Ayam Goreng Bu Tini Lowanu (Review)

Halo, Moms!

Suka wisata kuliner? Nah, pas banget nih. Kali ini saya lagi pengen nge-review sebuah resto keluarga yang oke punya. Lokasinya sih masih seputaran Jogja. Maklum lah, saya jarang pergi-pergi. Jadi, kalau keluar rumah ya udek ulek di sini-sini aja. Tapi jangan khawatir, Jogja selalu istimewa. Nggak orangnya, nggak makanannya #tsaahh.  Kali ini sasaran kami adalah rumah makan ayam goreng Bu Tini, Lowanu.

Jadi ceritanya, minggu lalu di mantan ulang tahun. Tadinya mau dirayain pakai balon dan tumpeng, tapi berhubung yang bersangkutan malu, nggak jadi deh. Hehehe. Ya wes, makan-makan aja ya kita. Kebetulan, saya juga lagi malas masak #moduuus.

Sudah sejak lama, ibu saya ngidam ayam bacem goreng. Dulu banget katanya pernah dibawain sama saudara jaman saya masih kecil. Beberapa kali menyambangi sejumlah restoran yang menawarkan menu tersebut, tapi nggak ada satupun yang nyantol di hati dan sesuai dengan harapan. Karena itu, sempet hopeless juga sih awalnya bisa nemuin ayam bacem goreng yang nampol.

Berbekal iklan di sebuah koran lokal plus hasil konsultasi dengan Om Gugel, pilihan saya jatuh ke resto ayam goreng Bu Tini ini. Lihat beberapa review di portal makanan, kok sepertinya menjanjikan. Oke, dengan semangat 45, kami berenam berangkat sekitar pukul 4 sore. Sengaja, biar sampai sana nggak terlalu malam untuk makan.

Perjalanan dari rumah sampai ke tekape sekitar setengah jam, dengan kondisi gerimis dan agak macet. Entah kenapa hujan selalu bikin jalan macet ya? Besok bikin survey ah, hahaha niat banget. Sampai di sana, ternyata nggak ada pelanggan alias kami seorang yang datang. Rumah makan yang berlokasi di Jalan Lowanu ini letaknya cukup strategis, di pinggir jalan raya.

 

Rumah makan ayam goreng Bu Tini Lowanu
Bagian depan berupa joglo khas Jawa

 

Masuk ke halamannya yang luas dan asri, kami disambut dengan bangunan joglo khas Jawa yang luas. Didominasi kayu bernuansa cokelat, nuansa hangat sangat terasa. Lampu gantung dengan desain klasik yang berada di antara pilar-pilar yang kokoh, membuat suasana njawani begitu kental. Kursi dan meja yang dipilih terbuat dari kayu yang kokoh, lengkap dengan aksen ukiran yang indah. Perkiraan saya, joglo ini bisa menampung sekitar 150-an orang.

 

Ayam goreng bu Tini lowanu
Joglo tampak samping

 

Oya, resto ayam goreng Bu Tini Lowanu adalah cabang dari resto aslinya yang ada di Jalan Sultan Agung, tepatnya di daerah Pakualaman. Cuma, kalau bawa keluarga seperti saya, kayaknya yang di sini lebih friendly deh. Yang di tempat aslinya lebih crowded dan kecil. Dari segi rasa, kata mbak penjualnya sih sama endeznya.

Sengaja kami memilih saung atau rumah-rumahan kecil yang ada di bagian samping. Kenapa pilih saung? Karena di sana kami bisa duduk lesehan. Sangat pas buat kami yang membawa Kevin. Si bocil yang selalu usil ini nggak akan betah duduk berlama-lama di atas kursi kayu yang keras.

 

Ayam goreng bu Tini Lowanu
Lesehan di saung yang dikelilingi ikan 😊

 

Ayam goreng bu Tini
Jejeran saung dengan tanaman hijau di sekitarnya

 

Saung ini dikelilingi oleh kolam yang penuh dengan ikan nila beraneka ukuran. Kata mas-mas pelayan yang bertugas, ikan-ikan tersebut jarang ada yang dimasak meski sudah besar. Kasihan katanya hehehe.. Duh, padahal udah niat bawa pancing atau jala kalau next time ke sini lagi euy.

Selain joglo dan saung seperti yang kami pilih, resto ini juga menyediakan aula yang lebih besar di bagian belakang. Ada 2 buah aula, yang satu muat sekitar 50 orang sedangkan yang paling belakang mungkin bisa muat untuk 150-an tamu. Sayang, saya nggak sempat mengambil gambarnya.

Nah, berhubung kami sudah sangat kelaparan, maka kini saatnya memesan makanan. Yippiiieee! Dan, inilah pesanan kami.

1. Ayam bacem goreng (this one is very recommended!)

Ayam gordng bu Tini Lowanu
Menu andalan: ayam bacem goreng

 

Menu ini jawara banget. Jadi daging ayamnya sangat empuk, tapi tulangnya tetap keras. Beda banget deh sama ayam presto yang pernah saya makan di tempat lain. Kalau di tempat lain, tulang-tulangnya remuk, yang ini mah enggak. Udah gitu, perpaduan rasanya pas banget, ada manis tapi juga gurih dan legit. Buat yang nggak terlalu suka manis, dijamin menu ini nggak bakalan bikin kalian bergidik. Ayam ini disajikan dengan lalap dan sambal terasi matang yang endez.

Sebenarnya, selain ayam bacem resto ini juga menyediakan ayam kremes dan ayam panggang. Tapi pas kami datang, hanya menu ayam bacem yang tersedia.

 

2. Gurameh asam manis

Ini juga menu wajib setiap kami ke resto. Berbeda dengan olahan di resto lain yang tepungnya lebai, di sini ikan dilumuri dengan bumbu tepung yang lebih soft dan terkesan rumahan. Pokoknya nggak beda jauh deh sama ikan tepung bikinan saya di rumah hehe. Rasanya juga cukup nendang, dengan paduan saos asam manis yang lezat. Sayang (lagi-lagi) saya ngga sempat mengambil fotonya karena terlanjur diserbu pasukan kelaparan hehehe.

 

3. Udang goreng tepung

Udangnya garing, enyaak.

 

Sama seperti ikannya, udang juga dibalut engan tepung sederhana, nggak terlalu melebar ke sana kesini, tapi sangat enak di lidah. Si kakak yang biasanya nggak terlalu suka udang, eh pas di sini doyan banget tuh.

 

4. Cap cay goreng seafood

Ayam goreng bu tini
Capcay seafood yummy


Capcaynya juga lezat, meski menurut saya agak pucat tampilannya. Tapi dari segi rasa cukup terbayar lah. Isiannya full cumi, udang, sosis, dan ayam. Nikmaatt

Selain 4 menu di atas, kami juga memesan mie goreng istimewa, trancam, mendoan, es teler, soda gembira, jeruk hangat, dan teh panas.  Mi gorengnya berisi potongan daging ayam kampung, baso, sosis, telur, dan sayur mayur. Ada juga pilihan lain yakni mi goreng seafood.

Sedangkan trancam adalah semacam karedok tapi kuah kacangnya diganti kukusan kelapa parut berbumbu. Isinya kacang panjang, mentimun, daun kemangi dan tauge. Semuanya disajikan mentah dan diiris tipis.

Wiihh buanyaak ya? Hahaha Nggak papa lah, namanya juga ulang tahun. Rame-rame lagi. Ya kan? Sayangnya, nggak semua menu sempat saya abadikan. Perut udah protes minta diisi, jadilah setiap menu yang datang langsung kami ganyang sampai tandas. Kami bahkan sempat minta extra rice lagi. Kkkkk.. lapar apa doyan bu??

Soal harga, cukup bersahabat sih. Meski memang, nggak bisa disamakan dengan warteg atau warung Padang ya. Menu dibanderol mulai dari 5 ribuan (untuk minuman) hingga puluhan ribu untuk olahan ikan atau seafood. Oya, saya sempat mengambil foto menunya di bawah ini.

 

 

Over all, kami sangat puas dengan pelayanan dan menu yang ada di sini. Hanya dua catatan saya: di sini banyak nyamuk dan yang kedua, kalau ingin air putih harus minta. Soal si nyamuk, nggak tahu tuh kenapa galak banget. Apa karena kami pilih tempat di kebun dekat kolam, atau memang nyamuknya saja yang iseng, entahlah. Kalau teman-teman mau kesini, saran saya sih sebaiknya bawa lotion anti nyamuk atau anti gatal. Soalnya si ayank abis digigitin nyamuk genit. Padahal yang lain enggak loh. Tahu aja ya mereka, siapa yang ulang tahun hihihi.

Oke itu saja review resto ayam goreng Bu Tini Lowanu kali ini. Kalau penasaran pengen coba menu andalan mereka, langsung ke sini aja ya. Alamatnya ada di Jl. Lowanu no. 62, Sorosutan, Kotagede, Yogyakarta. Tepatnya sebelum kampus STIE Widya Wiwaha, dari arah Jl. Tamansiswa. Atau bisa juga order via ojek online kok. Mau coba kontak untuk reservasi? Hubungi ke 0274-371250.

 

Selamat berkuliner ria. Tetap sehat dan aktif ya!

Love,
Bety

11 thoughts on “Ayam Goreng Bu Tini Lowanu (Review)

Leave a Reply