Cara Bijak Pilih Sekolah Ala Smart Mom

Hola Mommies!

Sebentar lagi, musim sekolah baru akan segera datang ya. Hm… saya suka ngeri-ngeri syedap deh kalau udah menjelang awal tahun ajaran kayak gini. Yup, awal tahun ajaran hampir selalu jadi momen yang bikin orangtua deg degan .

What? Iyes, Darling… urusan memilih sekolah yang paling pas untuk anak-anak selalu memompa adrenalin saya. Tapi, kayaknya bukan saya aja sih. Banyak orangtua lain yang memiliki pengalaman yang sama. Iya kan? Hehe..

Nggak jarang loh, ada orangtua yang harus pontang-panting ke sana kemari untuk memastikan sang anak masuk ke sekolah yang dituju. Terkadang, mereka juga harus menelan kekecewaan saat sekolah yang diimpikan ternyata nggak bisa ditembus. Hiks…

 

 

 

 

Memilih sekolah memang bukan perkara mudah. Masing-masing keluarga punya kriteria sendiri-sendiri. Tujuannya sudah jelas, agar anak mendapatkan pendidikan terbaik untuk menunjang masa depannya. Saya juga gitu kok. Nggak ingin anak sekolah di tempat yang seadanya. Meski demikian, sebagai orangtua saya juga sadar bahwa ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya adalah menyesuaikannya dengan kemampuan dan kesiapan finansial.

Entah kenapa, dari dulu saya dan suami kurang tertarik memasukkan anak-anak kami di sekolah pelat merah alias sekolah negeri. Bukan karena sok-sok-an atau jual mahal, tapi setiap orang tua berhak memiliki standard dan pertimbangan tersendiri, bukan?

Apapun keputusan keluarga, entah itu sekolah negeri atau swasta, menurut saya sebaiknya tetap mempertimbangkan beberapa hal penting berikut ini ya, Moms.

Tip mencari sekolah

 

Oke, sekarang kita bahas satu persatu ya, Moms!

1. Visi dan misi sekolah
Visi dan misi sekolah biasanya memengaruhi kurikulum yang diterapkan. Tak menutup kemungkinan hal ini berkaitan dengan nuansa pendidikan yang diusung. Ada sekolah bernapaskan Islami, Kristiani, Tionghoa, ataupun sekolah internasional. Kita tinggal menyesuaikan dan memilih mana sih sekolah yang paling “sempurna” atau minimal mendekati impian dan harapan kita. Saya sendiri pilih sekolah yang bernuansa Kristiani untuk anak-anak.

 

 

 

 

2. Tenaga pendidik
Anak-anak akan menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Jadi, faktor pengajar memegang peranan yang sangat penting. Jangan sampai anak mendapatkan perlakuan yang tidak tepat atau tidak menyenangkan selama di sekolah. Karena itu, sebisa mungkin saya dan suami berusaha memilih sekolah yang kualitasnya bagus dan memiliki tenaga pendidik yang oke punya.

Caranya? Saya kumpulkan informasi sebanyak mungkin dari mana saja. Saya membaca informasi di media massa, minta testimoni teman dan saudara yang kebetulan pernah menyekolahkan anaknya di sekolah tertentu, dan lain-lain. Sekolah yang tidak memiliki rekam jejak negatif, biasanya saya masukkan dalam daftar sekolah yang layak dipertimbangkan.

 

3. Sarana dan prasarana
Agar proses belajar mengajar di sekolah menyenangkan, jangan lupa untuk mengecek fasilitas pendukung juga, Moms. Saya selalu lihat dulu nih, kantin sekolahnya OK nggak, toiletnya bersih nggak, ada pagar pengaman nggak, dan sebagainya. Hal ini penting, karena lingkungan sekolah yang kumuh bisa saja membahayakan kesehatan anak.

 

 

 

4. Jarak
Saya suka kasihan melihat anak sekolah yang terlelap di jalan. Entah karena kecapekan, atau saking jauhnya jarak dari rumah ke sekolah. Karena itu, sebisa mungkin, pilihlah sekolah yang tidak terlalu jauh dari. Namun jika hal ini benar-benar nggak memungkinkan, cobalah mencari kemungkinan sekolah lain yang searah dengan kantor (jika kita bekerja). Akses jalan yang cukup mudah dan tidak terlalu macet juga bisa menjadi alternatif lain. Gunanya, untuk mengefektifkan jarak tempuh. Selain itu, jika terjadi apa-apa dengan anak, tidak akan butuh waktu lama di perjalanan.

 

5. Biaya
Sebelum menentukan pilihan, pikirkanlah secara matang kemampuan finansial keluarga. Pastikan kita memiliki dana yang cukup untuk membayar segala keperluan sekolah sampai lulus. Hal ini termasuk uang pangkal, uang bulanan, maupun berbagai macam kebutuhan finansial lain yang mungkin saja ada sampai kelulusan nanti. Meski sebagian orang berkata, ”Yang penting sekolahnya OK, perkara biaya nanti bisa dicari.” Saya tetap kurang setuju tentang hal ini. Masalahnya, kalau kita tidak bisa mengukur dengan akurat tentang kemampuan finansial, hal ini akan menyulitkan di masa depan. Terutama jika Mommies menyekolahkannya di sekolah swasta yang udah pasti butuh banyak biaya.

Jika memang sekolah yang diinginkan mengharuskan biaya yang cukup tinggi, siapkan alternatif sekolah lain yang memiliki kemiripan namun menawarkan biaya yang relatif lebih terjangkau.

 

6. Kenali kebutuhan anak
Nggak semua anak bisa belajar di ruang kelas. Sebaliknya, nggak semua anak suka belajar di alam. Orangtua sebaiknya menyelaraskan pilihannya dengan karakter dan kebutuhan anak, supaya bakat dan potensi anak bisa berkembang. Jangan memaksakan anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah di tempat yang tidak mendukung perkembangannya. Apalagi jika anak kita berkebutuhan khusus, pastikan dia menerima pendidikan yang tepat di sekolah khusus.

 

 

 

Nah, kalau sudah nemu sekolah yang paling pas, bagian selanjutnya adalah mengenal guru dan teman-teman anak ya Moms. Ohya, berkenalan dengan wali murid atau orangtua murid lainnya juga nggak kalah penting ding. Gunanya, agar kita bisa saling bertukar informasi seputar kegiatan anak di sekolah.

Pengalaman saya menyekolahkan anak pertama, saya sengaja memilih sekolah yang lokasinya hanya 10 menit jalan kaki dari kantor. Jadi kami bisa berangkat bersama setiap hari. Pulangnya, dia ikut mobil jemputan yang kebetulan sopirnya masih kerabat sendiri. Dengan begitu saya dan suami bisa tenang bekerja seharian. Oya, waktu dia masih di playgroup dan TK, saya menugaskan si mbak untuk menunggui sampai dia pulang. Setelah di SD dan lebih mandiri, Rafael nggak lagi ditunggui.

Pas pindah ke Jogja, jarak dari rumah ke sekolah nggak lebih dari 7 km, atau sekitar 15-20 menit perjalanan. Untungnya, di sini jarang macet parah seperti di Jakarta atau kota besar lainnya. Sekolah adiknya besok juga saya carikan yang masih satu area dengan si kakak. Jadi, saya bisa menghemat waktu saat harus menjemput mereka. Pilihan smart, bukan?

Oke, Moms, itu tadi sedikit cerita saya tentang bagaimana memilih sekolah yang tepat untuk buah hati. Semoga bermanfaat ya. Kalau Mommies punya ide lain yang bisa ditambahkan, feel free to share di kolom komentar ya!

 

Have a great journey of parenting!

Bety

8 thoughts on “Cara Bijak Pilih Sekolah Ala Smart Mom

  1. Mbak..pertimbangan kita sama nih..meski bukan tipe ortu yang rewel tapi kami sempatkan survey juga ke beberapa sekolah yang dekat rumah. Setelah klop misi dan visi dan beberapa kriteria seperti di atas, baru daftar.
    Terus juga, sengaja kakaknya sekolah juga di area yang sama dengan adiknya biar saya antar jemputnya gampang. Sekolahnya pun dipilih yang dekat rumah, cuma 1-2km jaraknya. Untuk ukuran Jakarta itu deket banget. Jadi enggak perlu habis Subuh berangkat..hehe

  2. Saya termasuk orang tua yang riweuh kalau cari sekolah untuk anak-anak. Harus tau visi misinya, tenaga pengajarnya, lulusannya, sarana pra sarananya dan yang terpenting biayanya hehehe..
    Ya begitulah, orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, bukan?

  3. Hai mom… Saya sudah melewati masa itu. Memilih SD untuk anak pertama dan sy survey langsung ke lokasi. Bagi sy yg terpenting lagi adalah lulusannya karena sebagai bukti sekolahnya berhasil. Hehe
    Thx for sharing mom

Leave a Reply