Seberapa Pentingkah Perempuan Berkomunitas?

Sejak resign dari kantor 6 tahun lalu, saya sering kali merasa kesepian. Kenapa? Karena saya jadi jarang keluar rumah. Otomatis nggak punya teman untuk berbagi cerita. Belum lagi kesibukan mengurus rumah tangga, membuat saya jadi makin kuper.

Untungnya, ada jejaring sosial yang bisa saya manfaatkan untuk bersosialisasi. Dari situlah saya berkenalan dengan teh Indari, Ummi Aleeya, dan banyak penulis kece lainnya di sebuah grup bernama Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN). Apakah saya aktif sejak awal?

Tidak!

Saya join grup IIDN sejak tahun 2015, tapi jadi silent reader dan bahkan sempat tak membuka grup sama sekali. Untungnya saya segera tersadar dan bergerak, memburu ilmu tentang dunia tulis menulis. Akhirnya hampir setahun aktif di IIDN dan ikut training menulis, saya bisa menerbitkan buku solo dan beberapa antologi. Selain itu, networking saya juga tambah luas, kenal banyak penulis keren dan kece.

Nggak hanya di grup ini saja, saya pun bergabung dengan beberapa grup menulis yang lain. Dari yang awalnya nggak bisa nulis, sampai sekarang dipercaya mendampingi penulis lain berproses. Sungguh sebuah pencapaian yang patut saya syukuri.

Kuncinya hanya satu: AKTIF dan mengejar ilmu. Kesuksesan itu sebuah perjuangan. Jadi jangan berhenti berjuang, bergerak dan melakukan hal yang positif. Percuma kita bergabung dalam komunitas, tapi hanya jadi silent reader. Dunia nggak akan mengenal kita, demikian juga sebaliknya.

Ingin sukses dan dikenal? Bergabunglah dalam komunitas dan jadilah aktif!

 

Salam super!

Bety

#WritingChallenge
#AdvanceChallenge
#IndscriptCreative
#IndscriptWriting
#IndBlack

Leave a Reply