Mengawal anak balita sekolah itu, rasanya nano-nano ya Moms. Kadang pas girang, mereka nggak mau dianterin apalagi ditungguin. Eh, giliran ngadat susahnya minta ampun disuruh bangun pagi aja. Iya, apa iyes? Eh, jangan-jangan hanya saya yang ngalamin kayak gini sih?

Etapi, nggak juga ding. Buktinya tadi pagi tuh salah satu temennya Kevin lagi manja. Pertama sih dia oke-oke aja ditinggal dalam kelas sendirian. Tapi, belum juga satu jam berlalu dia ngacir keluar kelas dengan alasan mau pipis. Ya udah dong, mamanya membolehkan dia ke toilet. Setelah itu dianterin lah itu si koko cilik balik ke kelas. Tahu-tahu doi menolak dengan alasan yang nggak jelas.

Setelah beberapa menit membujuk, sang mama mulai kewalahan. Si kecil makin rewel dan mulai mengamuk hingga akhirnya terjadilah drama tarik menarik di halaman sekolah. Sang balita menolak masuk kelas, tapi juga nggak mau dibawa pulang.

Usut punya usut, sepertinya si kecil ini udah bad mood sejak bangun tidur tadi. Jadilah kebeteannya itu kebawa sampai sekolah. Padahal kata mamanya udah dibanguninnya jam 7 loh, jadi nggak pagi-pagi buta gitu. Tapi, kok ya masih ngadat ya?

Membiasakan anak bangun pagi

Hm, membiasanya anak untuk bangun pagi itu emang nggak mudah loh ya. Apalagi kalau sedari kecil orangtua membiarkan saja anak-anak bangun seenaknya. Susahnya itu biasanya kalau pas mereka mulai masuk sekolah seperti ini. Dalam kasus yang saya ceritakan di atas, anak yang bersangkutan jadinya selalu datang terlambat setiap hari. Iya sih masih TK, tapi kan kebiasaan telat ini akan kebawa sampe gede. Iye kan?

Untung, anak-anak saya sih nggak pernah ngadat pagi-pagi. Memang terkadang mereka agak susah dibangunin, Cuman nggak sampe parah gitu sik. Mau tahu resepnya? Yok, lanjout bacanya yes.

1. Mulailah Sejak Dini

Membiasakan anak bangun pagi

Semenjak anak masuk usia 4 tahunan, kita bisa membiasakan mereka untuk bangun lebih pagi lalu ajak beraktivitas yang menyenangkan. Misalnya jalan-jalan di taman atau halaman rumah, bersepeda, atau sekedar jalan ke tukang sayur. Haha ini mah saya banget pas Kevin masih kecil. Selain itu, saya juga mulai sounding kalau nanti mereka masuk sekolah, harus bangun pagi, biar nggak telat masuk sekolahnya. Trus dikasih pengertian juga kenapa mereka harus sekolah, ya biar pinter kayak maminya. Geto hehe.. Thanks God, cara ini manjur banget.

2. Tulis Jadwal Kegiatan dan Taatilah

Membiasakan anak bangun pagi

Penting bagi anak untuk memiliki jadwal aktivitas setiap hari. Ya nggak perlu saklek banget sih, minimal kita tetapkan jam berapa mereka harus tidur di malam hari. Anak-anak saya biasanya paling malam jam 10 udah pada ngorok. Itupun kalau siangnya mereka tidur. Kalau nggak, ya jam 9 udah pada teler. Besok paginya, saya bangunin jam setengah 6 untuk yang SMP, dan jam 6 untuk si bontot.

3. Buatlah Obrolan Ringan yang Nancep di Hati

Membiasakan anak bangun pagi

Saat membangunkan, saya biasanya pake acara “ngudang” dulu. Ngudang ini bisa berupa berdendang sambil menggelitiki tubuh, atau mengusap-usap punggung sambil berbisik, “Mau sekolah nggak? Hari ini pake baju merah loh.” Langsung deh, Kevin akan membuka mata, tersenyum lalu mengangguk. Nggak perlu lama-lama, dia langsung minta dimandiin.

4. Stop Mengancam

Membiasakan anak bangun pagi

Mengajak anak bangun pagi itu, harus jauh-jauh dari kalimat-kalimat ancaman. Semakin diancam, anak biasanya akan makin berulah. Lebih baik pakai kalimat sugestif dan menyenangkan. Dijamin deh, mereka akan suka rela menyerahkan diri. Wkwkwk…

Mommies ada yang punya trik lain membiasakan anak bangun pagi? Yuk share di kolom komentar.

%d bloggers like this: