Masih Sering Kalah? Ini Jurus Nodi Memenangi Lomba!

Guest Post ini ditulis oleh Adhi Nugroho (Nodi) | Narablog di www.nodiharahap.com

 

Tip Menang Lomba Blog

 

Cara Menang Lomba Blog – Beberapa waktu lalu, sahabat saya, Bety Sulistyorini, pemilik blog betykristianto.com, menghubungi saya via WA. Ia meminta saya untuk menulis artikel mengenai cara memenangi lomba. Tentu saja saya langsung bersedia.

Sejujurnya, jari saya memang sudah gatal untuk menulis artikel ini. Tatkala mengepos prestasi memenangi lomba menulis di akun Instagram, satu-dua pertanyaan senada selalu datang lewat kolom komentar atau direct message: bagi tips memenangi lomba blog dong, Kak!

Lantaran ruang komunikasi yang terbatas, saya terpaksa membalas singkat saja, “Kalau mau menang, ya, harus gigih berjuang!”

Terkesan retorika, memang. Akan tetapi, sesungguhnya memang itulah yang saya lakukan. Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan, tiada prestasi lewat gratifikasi. Dengan kata lain, tidak ada yang instan. Ada proses yang mesti dijalani.

Yang mungkin belum saya tuturkan secara rinci kepada kawan-kawan yang bertanya lewat media sosial adalah bagaimana cara saya berjuang? Apa saja yang perlu diperhatikan oleh blogger supaya artikelnya mampu memikat hati para juri?

Saya adalah orang yang selalu percaya dengan satu hal. Ketika sikap dan tekniknya sudah benar, maka kemenangan tinggal menunggu waktu saja. Cepat atau lambat, ia akan kalian genggam. Yakinlah, sebab Tuhan telah menjamin rezeki dan prestasi kepada hamba-Nya yang gigih berikhtiar.

Yang jadi masalah, sudikah kalian untuk terus belajar? Maukah kalian terus mencoba meskipun selalu dirundung kekalahan? Atau jangan-jangan baru kalah satu kali saja sudah ogah ikut lomba berikutnya? Kalau seperti itu, bagaimana bisa keluar sebagai pemenang?

Oleh karena itu, ketika Bety meminta saya menulis artikel mengenai bagaimana cara saya memenangi lomba blog, saya langsung setuju. Meski penulisannya memakan waktu, mana tahu artikel receh ini berguna untuk kamu.

 

Sekadar Pengantar

Sebelum saya kuliti satu per satu, ada beberapa pengantar yang ingin saya ungkap kepada kalian.

Pertama, artikel ini saya tulis bukan untuk riya atau pamer belaka. Tidak sama sekali! Saya hanya ingin sekadar berbagi, dan menunaikan janji saya kepada Bety. Syukur-syukur bisa menjadi pelantas rezeki bagi siapa pun yang membaca.

Sebagaimana kalian ketahui, lomba blog adalah salah satu cara bagi seorang blogger untuk menghasilkan pundi-pundi. Sejak saya gigih mengikuti lomba blog berskala nasional pada 2018, setiap bulan selalu saja ada lomba yang diselenggarakan.

Hadiahnya pun bermacam-macam. Mulai dari uang tunai, voucer belanja, hingga berbagai gawai terkini. Bahkan, ada salah satu penyelenggara lomba yang berkenan memberikan mobil dan sepeda motor bagi para pemenangnya. Bagi blog hunter, kalian pasti tahu, dong, lomba mana yang saya maksud.

Nah, jurus yang akan kalian baca di sini, seluruhnya berdasarkan pengalaman saya selama mengikuti lomba. Dengan cara ini, alhamdulillah, saya berhasil memenangi puluhan lomba.

Saya berharap kalian juga bisa menuai pundi-pundi rezeki dari maraknya lomba blog atau menulis di jagat maya. Bagi yang penasaran dengan capaian yang pernah saya raih, silakan intip daftar prestasi menulis saya.

Kedua, saya akan membagi kiat memenangi lomba blog dalam dua bagian. Bagian pertama adalah sikap, sedangkan bagian kedua berkaitan dengan teknik. Kedua-duanya penting, sebab teknik yang apik tanpa dibarengi dengan sikap yang baik, bagi saya, sama saja bohong.

Misalnya begini. Katakanlah kalian jago banget menulis cerpen, tetapi punya mental kaleng. Tatkala menang langsung semringah. Namun ketika kalah, sedihnya ga udah-udah. Kalau seperti ini, ya, susah!

Sebaliknya pun demikian. Tatkala mental sudah terasah, tetapi enggan melakukan swasunting (mengoreksi) tulisan sendiri atau belajar dari tulisan orang lain, ya, sama saja.

Bagi yang seperti ini, mungkin saja satu-dua kali menang lomba blog. Namun jangan berharap menjuarai lomba esai—lomba yang teknik penulisannya sering kali menjadi komponen penilaian utama.

Baiklah. Tanpa berpanjang lebar, berikut saya uraikan jurus Nodi memenangi lomba.

 

Perihal Sikap: Jangan Berputus Asa Hingga Gigih Belajar

Tip Menang Lomba Blog

Sebelum berbicara teknik, marilah kita ulas lebih dalam perihal sikap. Sikap yang benar akan memperbesar peluang kalian dalam memenangi lomba. Bagi saya pribadi, ada tiga sikap yang perlu kalian tanamkan dalam-dalam.

1. Pantang Menyerah

Pernahkah kalian merasa yakin akan memenangi lomba blog, tetapi yang terjadi malah sebaliknya? Sudah yakin menang, eh, harus gigit jari tatkala pengumuman.

Jangan khawatir. Bukan kalian saja yang pernah merasa demikian. Seluruh jawara lomba pasti pernah merasakan hal yang serupa. Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada mereka.

Jujur saja, hal yang paling menyakitkan dalam mengikuti lomba blog adalah menerima kekalahan. Untuk itulah, sikap pantang menyerah sangat dibutuhkan bagi kalian yang ingin memenangi lomba blog.

Mudahnya begini. Jadikan kekalahan kalian sebagai pengalaman. Sebaliknya, jangan jadikan kekalahan sebagai alasan berputus asa. Jangan! Sedih sebentar boleh-boleh saja. Asalkan tidak sampai menghambat “nafsu” kalian untuk mengikuti lomba selanjutnya.

Kawan, asal tahu saja. Sepanjang 2018, saya mengikuti 38 kali lomba menulis. Mulai dari blog, esai, hingga artikel. Dari jumlah tersebut, saya harus gigit jari sebanyak 18 kali. Bahkan, satu di antaranya saya mesti rela tertipu penyelenggara lomba esai abal-abal.

Bayangkan saja. Kalau baru kalah 10 kali, lantas saya mengundurkan diri, tentu tidak ada 20 kali kemenangan yang bisa saya genggam dan bagikan ceritanya kepada kalian, bukan?

Maka, sebenarnya rumusnya sangat sederhana. Kalau ingin menang banyak, ya, ikut lomba lebih banyak lagi. Kalau masih kalah, teruslah gigih mencoba pada kesempatan selanjutnya. Tanamkan di otak kalian: saya hanya butuh satu kesempatan lagi untuk menjadi pemenang.

Ingat-ingat pesan saya. Yang membedakan antara pecundang dan pemenang adalah cara mereka menyikapi kekalahan. Pemenang akan menganggap kekalahan sebagai pengalaman. Sedangkan pecundang memandang kekalahan sebagai alasan.

Tinggal pilih saja, kalian ingin dikenal sebagai pecundang atau pemenang?

 

2. Jujur dan Kritis pada Diri Sendiri

Jujur dan kritis adalah sikap yang harus kalian miliki setiap ikut lomba menulis. Tanpa kedua sikap ini, mustahil tulisan kalian akan keluar sebagai juara.

Jujur, artinya artikel yang kalian anggit harus benar-benar orisinal. Sebelum menulis, kalian bisa mengambil data dari mana saja. Browsing, pengalaman pribadi, atau cerita teman, misalnya.

Ketika menulis, sesulit apa pun, gunakan bahasa kalian sendiri. Jangan pernah salin-tempel (copy-paste) barang secuil pun. Jangan pernah! Ini namanya mencuri! Curang dan tidak bisa dimaafkan!

Saya pernah mendengar ada penyelenggara lomba yang mendiskualifikasikan pemenang, lantaran masalah copy-paste. Kalau sudah begini, nama baik kalian akan tercoreng. Jangan harap kalian bisa ikut lomba selanjutnya.

Kritis, artinya kalian mampu menemukan kelemahan pada tulisan sendiri. Sifat ini yang acap kali dilupakan oleh blogger. Bagi saya, ukurannya mudah saja. Kalau masih banyak salah tik (typo), sudah dapat dipastikan bahwa penulisnya tidak kritis pada diri sendiri.

Kalau masih meremehkan salah tik, sekarang, coba posisikan diri kalian sebagai juri. Apabila pada setiap paragraf berulang kali kalian menemukan typo, lama-lama jengah juga, bukan?

Nah, agar terhindar dari typo, biasakan baca kembali artikelmu sebelum tayang. Kalau perlu, mintalah bantuan teman untuk membaca untuk menemukan typo, sehingga bisa diperbaiki sebelum disetor kepada penyelenggara lomba.

3. Jangan Malu untuk Belajar

Penulis yang baik adalah penulis yang mau membaca tulisan orang lain. Sama halnya dengan seorang jawara lomba. Pastilah ia gemar belajar dari tulisan orang lain—terutama milik para pemenang lomba.

Tahun 2016 adalah pertama kali saya mengikuti lomba. Kala itu, kantor saya mengadakan lomba blog khusus untuk karyawannya. Tertarik dengan hadiah yang “wah”, saya pun ikutan.

Hasilnya, bisa kalian terka. Saya mesti gigit jari lantaran artikel saya tulis sekadarnya saja. Dipersiapkan dengan biasa-biasa saja, tanpa mempelajari terlebih dahulu artikel pemenang lomba edisi sebelumnya.

Dari kekalahan tersebut, saya mendapat sebuah pelajaran berharga. Kalau mau menang, pelajari dulu teknik yang digunakan oleh pemenang. Jangan asal-asalan dan hanya mengharapkan keberuntungan.

Oleh karena itu, sebelum ikut lomba, telitilah terlebih dahulu. Apakah sebelumnya penyelenggara lomba pernah menyelenggarakan lomba yang sama?

Kalau iya, cari tahu siapa pemenangnya. Kuliti dalam-dalam artikelnya. Pelajari teknik yang digunakan untuk merangkai kata. Dapatkan benang merah, kira-kira apa yang membuat artikelnya menjadi jawara.

Bila tidak, jangan berkecil hati. Carilah informasi lomba blog yang mirip-mirip dengan lomba blog yang akan kalian ikuti. Kalau lomba review gadget, misalnya, maka carilah lomba yang serupa, dan bacalah artikel pemenangnya.

Jangan pernah malu untuk belajar. Toh, yang akan diuntungkan kalian juga, bukan?

 

Mampir sini ya : Begini Cara Mempercantik Tampilan Blogmu

 

Perihal Teknik: Kuasai Seni Merangkai Kata dan Mempercantik Tampilan

Tip Menang Lomba Blog

 

Ketika sikap pemenang sudah kalian kuasai, sekarang saatnya kita mengupas teknik menulis. Ini yang paling menarik. Sebab dalam lomba blog (bukan SEO), artikel yang paling menarik dan sesuai dengan tujuan penyelenggara biasanya akan keluar sebagai juara.

Oke. Tanpa berlama-lama, berikut lima teknik yang saya lakukan ketika menulis artikel untuk mengikuti lomba blog.

 

1. Pilih Jenis Tulisan yang Paling Tepat

Sependek pengetahuan saya, jenis lomba blog ada bermacam-macam. Namun demikian, agar lebih mudah, saya meringkasnya menjadi lima kategori saja. Berikut daftarnya:

  1. Ulasan atau review;
  2. Pengalaman atau opini;
  3. Analisis atau tinjauan mendalam;
  4. Liputan atau features; dan
  5. Kombinasi dua atau lebih jenis tulisan di atas.

Nah, untuk memenangi lomba blog, kalian tidak bisa menyamaratakan semua jenis lomba. Cara menulis ulasan berbeda dengan liputan. Begitu pula dengan menganggit artikel opini, tidak sama dengan merangkai artikel analisis.

Yang perlu kalian lakukan adalah pelajari betul-betul syarat dan ketentuan lomba. Teliti kembali temanya. Dari kelima jenis lomba di atas, kira-kira, mana yang paling tepat?

Misalkan begini. Ketika lombanya mengenai review suatu produk, kalau memang memungkinkan, gunakanlah dulu produknya. Tulis kelebihannya dan jelaskan mengapa pembaca harus memakai produk tersebut.

Kalau tidak memungkinkan, misalnya produknya mahal (mobil contohnya), maka kalian bisa belajar dari website penyelenggara lomba atau berbagai berita yang pernah mengulas produk tersebut. Testimoni pengguna juga bisa dijadikan salah satu senjata agar tulisan semakin apik.

Beda halnya dengan analisis. Lomba blog seperti ini sering kali diselenggarakan oleh lembaga nonprofit seperti pemerintah atau lembaga negara. Untuk lomba jenis ini, mau tidak mau kalian harus belajar mengenai topik yang diangkat. Kalau sudah paham, barulah menulis pelan-pelan.

Namun demikian, yang paling sulit adalah ketika penyelenggara lomba tidak benar-benar spesifik menentukan jenis tulisan. Kalau sudah begini, kalian pasti kebingungan mau pakai teknik yang mana. Review tidak yakin, opini pun masih ragu-ragu.

Tetap tenang dan sabar. Jangan buru-buru kecewa. Ada triknya, kok.

Kalau menemui yang seperti ini, biasanya saya menggunakan teknik yang kelima. Saya akan mengombinasikan dua atau lebih teknik penulisan.

Sebagai contoh, kalian bisa lihat artikel saya yang berjudul Memapas Senjang di Tapal Batas. Artikel tersebut keluar sebagai juara pertama lomba blog yang diselenggarakan oleh KORINDO. Di sana, saya menggunakan kombinasi antara teknik analisis dan ulasan.

Oleh karena itu, pintar-pintarlah dalam menentukan jenis tulisan. Kuasai kelima-limanya, maka kalian akan berpeluang besar menjadi pemenang lomba blog.

 

2. Gunakan Rumus Bagi Tiga

Setiap menulis untuk lomba blog, saya selalu menggunakan teknik ini. Bagilah tulisan ke dalam tiga bagian. Pendahuluan, isi, dan penutup. Dengan begitu, saya jamin kalian akan lebih fokus dan terstruktur dalam menulis.

Caranya, segera ambil secarik kertas bekas. Pada setiap bagian, gunakan poin-poin gagasan yang ingin kalian kembangkan.

Misalnya, ketika saya ingin menulis artikel juara berjudul “Ayam Goreng Krezz ABB, Santapan Halal Penuntas Lapar”, saya akan membuat kerangka tulisan seperti ini:

  1. Pendahuluan:
  • Bangun siang, kelaparan.
  • Lihat Instagram, menemukan menu Ayam Geprek.
  • Langsung meluncur ke Ayam Bersih Berkah (ABB).
  1. Isi:
  • Pengalaman bersantap di ABB.
  • Ulas keunggulannya, mulai dari menu makanan, lokasi, hingga suasana.
  1. Penutup:
  • ABB bisa juga dinikmati melalui pesan antar.
  • Ajak pembaca untuk mencoba ABB.

Dengan membuat kerangka seperti di atas, fokus otak saya tidak akan lari ke mana-mana. Saya akan menyelesaikan satu demi satu poin-poin kerangka yang telah saya oret-oret sebelumnya. Dengan demikian, isi keseluruhan artikel bisa lebih terukur.

Namun demikian, bisa saja tiba-tiba saya menemukan ide tambahan di tengah jalan. Kalau seperti itu, setidaknya saya lebih mudah memilih tempat di mana ide tersebut akan saya letakkan. Karena, sekali lagi, gagasan keseluruhan artikel sudah saya pikirkan terlebih dahulu.

Percayalah, ketika kalian membagi-bagi satu hal yang rumit ke dalam beberapa bagian yang lebih kecil, segalanya akan terasa jauh lebih mudah.

 

3. Paragraf Pembuka adalah Kunci Segalanya

Jujur saja, di dunia ini masih banyak orang yang menilai dari sampul depannya saja. Seperti warganet yang menilai perangai seorang public figure hanya berdasarkan tayangan foto di akun Instagram semata.

Tulisan juga demikian. Meskipun ending-nya keren abis-abisan, kalau paragraf pembukanya tidak menarik dan berantakan, sama saja bohong. Juri keburu malas membaca. Alhasil, artikel kalian akan dinilai pas-pasan.

Oleh karena itu, sajikan yang terbaik pada tiga sampai lima paragraf awal. Buatlah pembaca penasaran akan kelanjutan cerita. Gunakan diksi yang menarik dan berima. Pikir baik-baik apa yang akan kalian tuliskan pada paragraf pembuka. Sebab hal itu akan memengaruhi penilaian keseluruhan artikel.

Saya pribadi adalah orang yang gemar menyisihkan waktu panjang untuk merangkai paragraf pembuka. Kalau masih kurang pas dan mengena, biasanya saya tidak akan melanjutkan sampai benar-benar sempurna.

Kalau boleh saya perkirakan, 50 persen waktu menulis akan saya habiskan untuk menyusun paragraf pembuka. Sekadar contoh, tengok saja artikel saya yang berjudul “Milenial Jangan Teledor; Ini Kiat Selamat Berkendara Sepeda Motor”.

Di sana, kalian akan menemukan paragraf pembuka yang (menurut saya) sangat apik. Dan, alhamdulillah, artikel itu keluar sebagai juara pertama Kompetisi Blog Road Safety Jakarta 2019.

 

4. Selalu Berikan yang Terbaik

Rumus menggapai segala cita-cita sebenarnya sederhana. Kalau ingin jadi yang terbaik, berikanlah yang terbaik. Begitu pula ketika kalian ingin memenangi lomba blog.

Lantas, bagaimana cara menentukan apakah tulisan yang dibuat sudah merupakan yang terbaik? Cara paling mudah, tetapi sangat sulit dilakukan, adalah jujur pada diri sendiri.

Misalnya begini. Ketika penyelenggara lomba mensyaratkan minimal 500 kata, kira-kira berapa jumlah kata yang akan kalian tulis? 550 atau 750 kata? Jawabannya, tergantung dengan tema yang akan kalian angkat.

Saya pernah menulis hingga lebih dari 2000 kata meskipun syarat minimalnya hanya 500 kata. Meskipun tidak banyak hal yang ingin saya bahas, saya ingin mengulasnya secara mendalam. Kebetulan, jenis lomba yang saya ikuti kala itu adalah lomba review.

Tidak melulu jumlah kata, penempatan gambar yang pas dan kualitas gambar yang menarik juga akan menambah nilai plus. Apalagi kalau kalian jago membuat infografis atau mengedit video. Asal penempatannya estetis, saya yakin peluang menang akan semakin besar.

Kalian pasti pernah, dong, melihat artikel pemenang lomba blog yang benar-benar oke punya. Tulisannya apik, diksinya menarik, ditambah dengan hiasan infografis dan video pula.

Saran saya, kerahkan segala kemampuan kalian untuk bisa membuat artikel semacam itu. Tentu saja, kalau kalian benar-benar ingin menang.

Bagi saya pribadi, inilah beberapa cara untuk menunjukkan keseriusan saya dalam menyuguhkan artikel yang terbaik kepada para juri. Syukur-syukur kalau bisa diapresiasi.

 

5. Penuhi Seluruh Syarat dan Ketentuan Lomba

Terakhir, teliti kembali apakah seluruh syarat dan ketentuan lomba telah kalian penuhi seluruhnya. Agar tidak lupa, saya berikan daftar beberapa hal yang umumnya disyaratkan oleh penyelenggara lomba blog, sebagai berikut:

  1. Jumlah minimal atau maksimal kata;
  2. Kata kunci atau keywordtertentu;
  3. Tautan atau backlinkyang menyertai kata kunci;
  4. Kewajiban membagikan (share) artikel di sosial media;
  5. Keharusan like, follow, dan/atau mentionakun sosial media penyelenggara lomba;
  6. Penggunaan label atau tagar tertentu;
  7. Pemasangan banneratau gambar tertentu di blog;
  8. Media penayangan artikel (blog top level domain[TLD], gratis [Blogspot atau WordPress], atau komunitas [Kompasiana, Indonesiana, Detik])
  9. Pendaftaran artikel yang diikutsertakan dalam lomba (biasanya menggunakan formulir atau kirim via surel); dan
  10. Tenggat waktu (deadline) lomba.

Meski terkesan remeh-temeh, jangan pernah sekali-kali meremehkan persyaratan lomba. Salah-salah bisa gagal jadi juara.

Meskipun artikelnya menarik, kalian bisa saja gigit jari lantaran lupa memasukkan backlink pada keyword yang sudah ditentukan. Walaupun artikelnya apik, kalian tidak akan mungkin memenangi lomba dari laman Kompasiana bilamana syarat penayangannya menggunakan blog TLD.

Oleh karena itu, sebelum menulis pastikan terlebih dahulu, apakah seluruh syaratnya mampu kalian penuhi? Kalau masih ada yang kurang jelas, segera tanyakan pada narahubung (contact person) penyelenggara lomba, jauh-jauh hari sebelum deadline. Supaya kalau ada apa-apa, kalian masih bisa menyesuaikan diri.

Satu hal lagi, jangan paksakan ikut lomba yang syaratnya tidak bisa kalian penuhi. Lebih baik cari dan ikuti lomba yang lain, yang seluruh syaratnya bisa kalian penuhi.

 

Baca juga : Ini Kisahku Sebagai Narablog di Era Digital

 

Epilog

Tip Menang Lomba Blog

 

Itulah jurus saya dalam memenangi lomba blog. Tidak ada yang lain, tidak ada yang saya sembunyikan. Cara saya memenangi lomba, boleh jadi serupa, mungkin juga berbeda dengan blogger lainnya. Sebab keragaman isi otak yang sesungguhnya membuat kita menjadi lebih kaya.

Oleh karena itu, saran saya, ambil yang baik-baik saja. Saya pun sadar diri, tidak ada yang sempurna. Meskipun kalian sudah mempraktikkan semuanya, tidak ada jaminan seketika langsung memenangi lomba. Sebab sekali lagi, rezeki sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.

Saya percaya, berbagi tidak akan merugi. Oleh karena itu, jangan sungkan mengkritik saya apabila kalian merasa ada yang kurang atau perlu diperbaiki dari artikel ini. Akhir kata, semoga ada manfaat yang bisa kalian ambil dari sini.

 

Salam hangat. [Adhi]

11 thoughts on “Masih Sering Kalah? Ini Jurus Nodi Memenangi Lomba!

  1. Nunung yuni says:

    Wah terima kasih Mbak Bety. Dari dulu selalu penasaran kunci kemenangan Mas adi yang sellau menang di setiap lomba blog. Ternyata malah dikupas tuntas di sini. Tengkyu artikelnya ya.

  2. Yeni Sovia says:

    Wah terima kasih ilmunya. Bermanfaat banget. Siap-siap langsung dipraktekkin ini. Aku juga suka kagum ama Mas Nodi ini. Soalnya suka lihat mas nodi sering menang lomba

  3. Evalina says:

    Pertama lihat deretan daftar juara di blog mbak Bety, dalam hati, keren, mau belajar ahhh….ternyata mbak Bety undang jawaranya lomba blog, terimakasih atas artikelnya, mudah- mudahan suatu hari kelak, aq bisa jadi juara juga,

  4. anggraeni septi says:

    Nah sikap pantang menyerah ini nge jleb banget. Gak boleh cepat puas kalo menang dan jangan mudah down kalo kalah. Terimakasih mas Nodi komplit banget tipsnya. Makasih juga buat mba Bety sudah mengundang mas Nodi di blog ini. Kalian sama2 penulis hebat 🙂

  5. Dudukpalingdepan says:

    *standing applause* mas Nodi emang detail banget ya kalau nulis termasuk nulis artikel tips menang lomba ini. Banyak ilamu baru yang saya dapatkan dibanding dari artikel tips menang lomba blog lainnya. Saya juga termasuk masih mental kaleng nih. Menang bangganya kemana-mana, eh kalah langsung mau nyerah nggak ikutan lagi. tapi sungguh artikel ini memantik kembali semangat saya. terimakasih mas Nodi dan mbak Bety 😀

Hello, thank you for stopping by. I'm Bety, the one and only author of this blog. Find your most interesting story of mine and let's share!