Menantang Matahari di Pintu Langit Dahromo

Hai, Moms!

Belom bosen kan, ngikutin saya keliling Jogja? Mumpung lagi semangat, ada waktu dan bisa keluar rumah, saya manfaatin buat halan-halan plesiran tipis-tipis ama keluarga. Masih edisi liburan sekolah yang akhirnya menjadi late post, kali ini saya akan ajak teman-teman ke Pintu Langit Dahromo. Sebenarnya, saya udah ngedraft beberapa waktu yang lalu. Tapi tahu sendiri kan, kalau saya ini sibuk buangets jadi yaa…. gitu deh hahaha. *ditimpuksendaljepit*

 

So, here we are at Pintu Langit Dahromo.

Lokasi yang nggak jauh dari Puncak Becici ini terletak di daerah Ndlingo, Kabupaten Bantul, ini terkenal karena pemandangannya yang eksotis. Sesuai namanya, di Pintu Langit ini ada sebuah spot yang menyediakan pintu unik berwarna putih, dengan beberapa anak tangga di bawahnya. Di latar belakang, terhampar langit biru dengan awan putih yang berarak. Atau kalau kita ke sini saat pagi atau sore hari, akan tersaji sunrise dan sunset yang bisa membuat kita menahan napas saking indahnya. Belum lagi, kalau kita bisa berfoto di malam hari yang cerah, bintang gemintang dan pendaran lampu di kejauhan menambah efek luar biasa. Awesome deh pastinya!

 

Pintu Langit Dahromo Jogja
Starway to heaven 😊

 

Untuk sampai di Pintu Langit Dahromo ini, kita bisa melewati jalur utama yakni Jalan Jogja Wonosari, lalu berbelok ke arah Dlingo, setelah melewati puncak bukit Patuk (seperti saat ke Puncak Becici, Puncak Pengger, dan Kebun Buah Mangunan). Kalau dari Puncak Becici, kita harus naik lagi ke arah Mangunan sekitar 2-3 km. Pintu Langit ini terletak di sebelah kanan jalan kalau dari arah Becici tadi. Sayangnya, entah karena kurang promosi atau apa, Pintu Langit ini nggak seramai tempat wisata lainnya di kawasan ini. Plang namanya pun hampir nggak keliahatan. Kalau nggak nanya dulu ke tukang jual makanan, saya pun nggak ngeh kalau di sini ada Pintu Langit yang eksotis itu.

Tiket masuk sangat murah, hanya Rp 2.500 saja. Tapi, di sini pengelolaannya belum sebagus di Puncak Becici dan kawasan sekitarnya. Parkiran mobil juga terkesan seadanya. Beberapa spot foto banyak yang nggak terawat dan bahkan rusak. Sayang, saya nggak sempat mengambil gambarnya semua karena si Kecil sudah rewel karena kecapekan. Sebagai Simbok yang baik, saya harus mengutamakan keselamatan krucils, kan? Wkwkwk… 😜😜

 

Pintu Langit Dahromo Jogja
Tanaman warna-warni di sepanjang jalan menuju spot foto

 

Pintu Langit Dahromo Jogja

 

Dari parkiran, kita harus berjalan melewati jalanan tanah yang cukup jauh untuk sampai di spot-spot foto yang disediakan. Saya agak sedih sebenarnya melihat pemandangan yang saya lewati. Tanaman tampak nggak terawat, jalanan kurang aman, terutama kalau turun hujan karena sangat licin. Padahal untuk mencapai spot utama yakni tangga pintu langit ini, jalanan sangat terjal, berkerikil dan kemiringannya lumayan. Selain itu, penerangan di sini juga sangat kurang. Beda banget sama Puncak Becici dan Puncak Pengger. Padahal jaraknya nggak jauh lho. Hiks.

 

Pintu Langit Dahromo Jogja
Jalan tanah yang pasti sangat licin saat hujan

 

Pintu Langit Dahromo Jogja

 

Berhubung waktu itu saya ke sini sekitar jam 3 an, matahari masih mencrang pisaaan. Puanasnya pol tenan dan angin berembus kencang. Butuh perjuangan ekstra untuk mengambil foto dalam kondisi seperti ini. Apalagi anak-anak udah pada bete kelelahan jalan sejak pagi. Tapi untungnya, meski rewel, Kecil masih mau diajak jalan kaki sembari bercanda.

Dan beginilah penampakan indahnya alam ciptaan Gusti Allah yang Maha Kuasa.

 

Pintu Langit Dahromo Jogja Pintu Langit Dahromo Jogja Pintu Langit Dahromo Jogja Pintu Langit Dahromo Jogja Pintu Langit Dahromo Jogja

 

 

Tips untuk teman-teman yang mau ke Pintu Langit Dahromo:

1. Pakai sunblock atau sunscreen.

Udara di sini sangat panas dan kering. Sinar mataharinya seteroong banget, meski sedikit keslamur sama tiupan angin. Jadi kalau nggak mau kulit kita gosong, mendingan pake sunblock yang banyak yes.

 

2. Kenakan sepatu teplek alias flat shoes atau sneakers.

Jalanan yang kita lalui semuanya tanah yang bertaburan kerikil di sana sini. So, sneakers tetap jadi rekomendasi utama saya. Biar kaki nggak pegal dan mengantisipasi kepeleset.

 

3. Bawa topi atau pelindung wajah lainnya

Meski sudah memakai sunblock, saya tetap menyarankan teman-teman untuk membawa topi atau pelindung wajah biar tetep cuantik setelah liburan nanti.

 

4. Bawa persediaan air minum yang buanyak!

Di sini minim penjual makanan, Moms. Jadi, usahakan bawa air minum yang buanyak biar nggak dehidrasi. Selain itu, bawa makanan dan camilan juga jauh lebih baik, daripada kelaparan abis popotoan. Hehe.

Oya, untuk dapetin the best view, sangat disarankan membawa kamera high resolution, dan perhatikan timingnya. Pagi-pagi banget atau malam hari selalu menjadi sesi terbaik mengambil gambar. Tapi, harus ekstra hati-hati juga ya, terutama saat naik turun tangga dan menyusuri jalan yang gelap. Saya nggak tahu, apakah di sini pengunjung umum boleh masuk setelah magrib, atau harus mengantongi ijin khusus.

 

Wokeii, sampai di sini dulu yes jalan-jalan kita ke Pintu Langit Dahromo. Biar nggak penisirin, buruan deh ke sini sendiri!

See you on my next trip ya. Keep healthy and funky.

 

 

Thanks for reading!

3 thoughts on “Menantang Matahari di Pintu Langit Dahromo

  1. Oooh ini to. Sudah lihat sih di IG bagus banget. Ternyata begini perjuangannya. Sudah ke daerah situ sih tapi belum mampir ke pintu langit karena banyak banget spot fotonya. Trus siapa yg mau motoin ya? Karena sekeluarga sucks, nggak ada yg bisa moto hahahaaa

Leave a Reply