Pengalaman Staycation di The Alana Hotel and Convention Center Solo

The Alana Hotel Solo

Buat emak-emak rumahan kayak saya ini, acara jalan-jalan bareng keluarga selalu jadi momen yang menyenangkan. Ya iyalah.. kapan lagi bisa liat dunia kalau nggak kayak gini. Yekann? Wkwkwk ..

Weekend beberapa waktu lalu, kami berkesempatan mengunjungi (lagi) kota Solo. Well, meski bukan acara full plesiran tapi cukuplah untuk merehatkan pikiran dan badan yang lelah. Emangnya cuman Hayati aja yang boleh lelah yak? Simbok juga lelah, Bang!

Nah, berhubung kali ini pas sama hari ultahnya si Kakak, kami sengaja pilih tempat yang enak buat nginep. The Alana Hotel and Convention Center, Solo menjadi pilihan kami. Kenapa? Karena si Kevin sejak lama pengen banget nginep di sini, pemirsah! Oke deh, cuss kita bikin hepi duo ganteng ini.

Start dari Jogja menjelang tengah hari, mobil kami memasuki Solo sekitar pukul 2 siang setelah berhenti makan dulu di warung soto (lagi). Cuaca sedikit mendung dan diwarnai drama mual dari Kevin, kami putuskan untuk jalan selow aja. Daripada anak-anak tambah rempong. Repot kan?

The Alana Hotel Solo

The Alana Hotel and Convention Center Solo berlokasi di Jl. Adi Sucipto, Colomadu, Solo. Memang agak minggir sih posisinya. Tapi masih cukup dekat kalau mau ke pusat kota. Apalagi Solo mah jarang macet. So, nggak perlu khawatir kelamaan di jalan ya.

Interior and Design

The Alana Hotel Solo

Masuk lobi, suasananya cukup nyaman. Interior hotel didominasi motif batik sehingga aura Jawanya lumayan kental. Petugas hotel cukup ramah dan helpful. Pas kami datang, nggak banyak tamu jadi proses check in nggak lama-lama. Cukup 10 menit saja dan kami langsung cuss ke kamar hotel.

Sempat ada kesulitan saat si papi membuka pintu kamar. Entah kenapa, pass card sudah dimasukkan, tapi pintu nggak juga mau terbuka. Hihihi… mungkin dia ngambek. Setelah hampir semenit berkutat dengan pintu, akhirnya bisa juga kami masuk.

Kamar hotel yang kami pesan nggak terlalu luas, tapi masih cukup lega untuk rombongan keluarga kecil macam kami ini. Meski bednya nggak seempuk yang ada di Sahid Jaya Hotel, tapi masih lebih empuk dibanding kasur di rumah #eaaaaaa hahaha.

Seperti kebanyakan hotel lain, tepat di depan kamar mandi, ada lemari kayu yang menjulang tinggi dengan meja kecil dan mini bar di bawahnya. Sayang, mini barnya nggak cukup dingin untuk menyimpan minuman kemasan. Wew.

Di pojok dekat dinding kaca diletakkan sofa besar berukuran single dengan lampu baca yang cukup artistik. Sementara itu,meja kerja berada di seberangnya, lengkap dengan cermin lebar. Karpet yang digunakan cukup lembut dan tebal. Saya suka deh. Jadi anak-anak bisa lari-lari, duduk atau jalan dengan nyaman tanpa takut jedag jedug suaranya. Soalnya, Kevin tuh paling suka lari-larian kalau di kamar hotel. Duh, heboh deh pokoknya.

Yang menarik, adalah kamar mandi yang didesain dengan dinding kaca transparan. Wiii…. Cucok meyong untuk pengantin baru yang mau hanimun nih. Kevin langsung heboh dan pengin mandi. Oya, ada tirai berupa kain tebal anti air yang bisa kita turunkan dari dalam kamar mandi ya Moms.

The Alana Hotel Solo

Perlengkapan mandi yang disediakan cukup lengkap. Hanya saja, lantainya terlalu licin. Jadi agak worried kalau ngajakin Kevin. Untungnya,ada keset handuk yang bisa dipakai untuk mengeringkan lantai. Ketersediaan air hangat dan tissue selama kami menginap cukup banyak. Jadi, nggak khawatir mau ngapa-ngapain di toilet.

Sayang, AC kamar kurang dingin saat itu. Entah karena cuaca di luar sangat panas, atau memang AC sentralnya kurang josh. Sudah saya utak atik tetep aja kami masih kegerahan. Alhasil, anak-anak rempong pengen renang. Oke dah, cuss kita kemon.

Kolam Renang

The Alana Hotel Solo
The Alana Hotel Solo
The Alana Hotel Solo

Kolam renangnya ada di lantai 2. Meski nggak terlalu luas, ada beberapa pool yang bisa dipakai. Salah satunya adalah pool khusus dewasa dengan kedalaman maksimal 1.8 meter. Pas kami datang, suasana kolam renang cukup ramai. Sepertinya orang-orang emang pada kefanasan yes. Nggak heran banyak yang pengen berendem, kayak Kakak.

The Alana Hotel Solo

Di samping pool dewasa, ada 2 pool untuk anak dan remaja. Kedalamannya juga cetek, sekitar 50-80 cm saja. Bentuknya berkelok-kelok,bikin anak-anak hepi dan nggak bosan.

Buat mamak-mamak yang nggak bisa renang kayak saya, cukup puas dengan duduk manis sambil selfie *yaelaah* Di sini tersedia banyak tempat yang nyaman kok. Mau ngopi-ngopi atau ngeteh cantik juga bisa. Tinggal pesen aja ke bar yang ada di tengah ruangan.

The Alana Hotel Solo

Nah, kalau kita punya balita yang nggak mau renang, don’t worry! Di area kolam renang tersedia juga kids corner. Anak-anak bisa main perosotan atau sekadar leyeh-leyeh sambil nungguin kakak atau saudaranya berenang.

Mau ngegym? Bisa juga loh. Tepat di depan kids corner ada tempat ngegym. Sepertinya free untuk tamu hotel dan member. Notsure juga sih, soalnya saya emang nggak niat mau ngegym hahaha..

The Alana Hotel Solo

Breakfast

The Alana Hotel Solo

Paginya, kami turun untuk sarapan sekitar pukul 7. Berhubung ada acara yang harus kami hadiri 2 jam berikutnya, sarapan kali ini kami nggak bisa nyantai. Menu yang ada sangat banyak, mulai dari appetizer,main course, hingga minuman cukup bervariasi.

Menu beratnya ada yang bernuansa nusantara,hingga spageti dan sushi. Karena nggak mau kekenyangan, saya pilih sushi, migoreng dan 1 cup soto. Sayangnya, daging yang dipakai agak alot. Jadinya, saya cuma nyeruput kuahnya aja. Minumnya cukup air putih, segelas kopi hitam dan secangkir kecil jus apel (yang tastenya cukup asam untuk ukuran saya). Kevin minta koko crunch, bihun goreng dan sepotong kecil red velved.

The Alana Hotel Solo
Soto daging (tapi alot 🙁 )
Sushi dan orange juice

Kalau nggak mau makanan yang ada di meja buffee, kita bisa juga memesan omelet, mi jawa, nasi goreng kampung, dan beberapa menu lain. Cuma harus sabar mengantre ya…

Selain menu berat, ada juga bread and cake corner yang isinya full enaak hahaha. Ada juga pastries yang endes nampaknya. Nggak hanya itu, kita juga bisa menemukan jajan pasar loh di sini. Saya ambil kue lapis favorit Kevin. Sayang, pas dimakan rasanya nggak enak. Teksturnya keras dan sepertinya sudah kelamaan masuk lemari pendingin. Lebih enak kue lapis yang biasa saya beli di warung sayur deket rumah. Jiahahaaha..

Nilai plus jatuh pada kopi dan omelet. Rasanya pas, dan sesuai selera saya. Sebenernya ada juga jamu corner, tapi saya udah kekenyangan. So, skip aja deh.

Oke, segitu dulu review dan kesan saat menginap di The Alana Hotel and Convention Solo. Over all saya kasih bintang 4/5 untuk hotel ini. Mommies mau juga menginap di sini? Kuy, langsung booking aja dari sekarang.

See you in Solo, ya!

12 thoughts on “Pengalaman Staycation di The Alana Hotel and Convention Center Solo

  1. Tatiek Purwanti says:

    Wah, jadi kangen Solo saya 😍
    Paragraf pertama, toss kita ya, hehe. Family time tuh surga banget buat emak macam saya.
    Ke Solo pasti, dong. Lha wong rumah mertua di sono. Tapiii jadi ga bisa nginep di hotel, hehe.
    Nice info, nih. Pernah sih diceritain misua tentang pengalaman stay Di Alana Hotel, tapi yg di Surabaya 🙂

  2. Dian Restu Agustina (@dianrestoe) says:

    Fotonya keren, reviewnya komplit..dan itu kamar mandinya bikin salfok . Bikin begitu di rumah asyik kali ya..berasa hanimun tiap hari hihihi
    Pernah lewat Alana Solo ini..apadaya kalau ke Solo memang biasa nginep di rumah adik ipar. Tapi kayaknya lain kali bisa nih enggak bilang kalau datang terus cus…nginep sini. 😀

  3. evitafl says:

    Seru sekali holidaynya. Kok bisa sih foto2 kamar mbok?
    Mau tipsnya dong. Maklum klo pengalamanku sih…baru masuk, biasanya kamar lgs berantakan🤦🏻‍♀️

  4. Nyknote says:

    Selalu syukaaa ulasan Simbok, bikin eike kyk ikutan nginep di hotel ini…
    Lumayan lengkap fasilitasnya yak…Boleh tahuBok, rate brp neh? Bberapa kali ke Solo gnti2 hotel aq…

Hello, thank you for stopping by. I'm Bety, the one and only author of this blog. Find your most interesting story of mine and let's share!