Proteksi Diri, Cara Bijak Memaknai Hidup dan Melindungi Orang-orang Terkasih

 

“Mi, suaminya Mba X meninggal loh,” ucap paksu suatu hari sepulang kantor. Rasa kaget dan nggak percaya langsung memasuki pikiran saya.

Ya, gimana nggak kaget coba? Baru beberapa bulan sebelumnya kami bertemu dengan suami isteri tersebut. Sang suami tampak sehat, sama sekali nggak ada tanda-tanda mengidap penyakit serius. Rasanya, kami juga nggak pernah mendengar kabar tentang sakitnya atau kejadian buruk menimpanya.

Dari segi usia, suami teman saya itu masih terhitung muda, belum lagi menginjak 45 tahun. Namun yang namanya ajal, hanya Tuhan yang tahu. Menurut cerita yang saya dengar belakangan, sehari sebelum meninggal sang suami sempat mengeluh nggak enak badan dan minta dipijat. Keesokan harinya sepulang kerja, sang suami terjatuh di kamar mandi dan… nyawanya tak tertolong meski langsung dibawa ke rumah sakit.

Mak jleb rasanya membayangkan gimana paniknya sang istri dan seluruh keluarga besar. Orang yang terlihat sehat-sehat saja kemarin, tiba-tiba hari ini tiada.

Pentingnya proteksi diri

Shock? Sudah pasti. Tapi garis hidup siapa yang tahu?

Kini, hampir 3 tahun berselang sejak kepergian sang suami, teman saya harus berjuang menjalani hari-hari yang saya tahu cukup berat. Dalam beberapa kali kesempatan bertemu, saya bisa melihat betapa dia masih menyimpan duka mendalam. Hal yang sama juga terlihat pada beberapa unggahannya di media sosial. Ya, hidup tak akan pernah sama lagi saat orang yang kita cintai meninggalkan kita … untuk selama-lamanya. Hiks.

 

Pentingnya Melakukan Proteksi Dini

Hidup memang penuh ketidakpastian. Hari ini senang, besok bisa saja kesedihan datang menyapa. Saya yakin, nggak ada orang yang mau ditimpa kesusahan dan musibah. Namun melawan kehendak Yang Maha Kuasa bukanlah sesuatu yang bisa kita lakukan. Right?

Justru karena kita nggak bisa melawan takdir itulah, sebaiknya kita berjaga-jaga dan selalu siap sedia jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu di luar kekuasaan kita sebagai manusia. Salah satunya adalah dengan melakukan langkah-langkah proteksi diri.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri dan keluarga. Salah satu di antaranya adalah memiliki polis asuransi.

Pentingnya proteksi diri

 

Mengapa asuransi?

Mungkin bagi sebagian orang Indonesia, memiliki polis asuransi bukanlah hal yang umum dilakukan. Namun, sejatinya hal ini sangat penting loh Moms. Mengapa?

Sebentar, kita  telaah sama-sama ya. 😊

Kata asuransi, berasal dari kata Insurance yang memiliki arti “pertanggungan”. Secara teknis, asuransi akan dimulai setelah ada perjanjian antara pihak tertanggung (nasabah) dengan penanggung/perusahaan asuransi. Dalam hal ini, perusahaan akan menanggung sejumlah kerugian yang mungkin timbul di masa mendatang, setelah tertanggung menyepakati sejumlah pembayaran tertentu (premi).

Ada beberapa jenis asuransi yang cukup populer. Salah satunya adalah asuransi jiwa (life insurance). Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap timbulnya kerugian finansial atau hilangnya pendapatan seseorang akibat kematian orang yang menjadi tertanggung dalam perjanjian asuransi.

Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk antisipasi dan dukungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan. Uang pertanggungan tersebut bisa dipergunakan untuk menjamin kelangsungan hidup keluarga, pendidikan anak, kesehatan, maupun kelayakan hidup.

Wait!! Bukannya biaya premi asuransi tuh mahal ya Moms?

Eits, siapa bilang? Jaman now ini, banyak kok asuransi yang preminya bersahabat, dan jangka waktunya juga fleksibel, seperti bni life ini contohnya. Asuransi ini berlaku untuk jangka waktu 1 tahun dan bisa diperpanjang (yearly renewableterm).

Okay fine, kalau preminya terjangkau, sekarang masalahnya adalah gimana caranya kita bisa dapetin produk asuransi itu? Repot kan kalau harus nelpon-nelpon penyedia asuransi, bikin janji temu, dan lain sebagainya.

Tenang, Moms! Jaman digital gini mah ada banyak kemudahan yang kita miliki kok. Daripada pusing dan rempong ke sana-sini nyari agen asuransi, mendingan jelajahin aja internet, deh. Cukup duduk manis dan cuss … kita bisa mendapatkan informasi lengkap.

 

Pentingnya proteksi diri

 

Salah satu website yang oke adalah Futuready.com. Di sini, kita bisa mencari informasi tentang beragam produk asuransi dari berbagai perusahaan tanpa harus rempong ke sana kemari. Gampangnya mah, kita bisa membandingkan skema asuransi yang satu dengan yang lain.

Futuready.com adalah supermarket asuransi online berlisensi OJK sejak tahun 2015. Prosesnya mudah, penjelasannya transparan, klaimnya juga gampang. Tinggal pilih aja mana yang cocok di hati, itu yang kita beli. Ciyee.. semudah itu yah sekarang mah, beli asuransi. Nggak kayak jaman old yang ribet bin rempong. Fiussh!!

Nah, masih pikir-pikir mau beli asuransi? Nggak dong pastinya. Untuk melindungi diri dan orang-orang tercinta, apa sih yang nggak dilakuin?

Let’s enjoy our life, stay positive and, be Joyful!

 

 

 

15 thoughts on “Proteksi Diri, Cara Bijak Memaknai Hidup dan Melindungi Orang-orang Terkasih

  1. Yes, jalan hidup kita memang nggak ada yang tahu. Itu sebabnya kita perlu mempersiapkan diri, terutama apabila ada anggota keluarga yang ditinggalkan dan masih membutuhkan banyak biaya. Setuju banget, Mbak, memilih jasa keuangan memang yang harus berlisensi OJK. Jaman sekarang, banyak banget yang ujungnya tipu-tipuan, kan?

  2. Penjelasan mbok jadi mengingatkanku sama kantor lama. Dulu aku pernah kerja di bagian training dan product owner di salah satu perusahaan asuransi.
    Betul banget ya mbok, memang kita g pernah bisa tahu kapan ajal menjemput. Untuk itu kita harus memiliki proteksi diri dan keluarga 😊

  3. Memang perlu sih proteksi keluarga melalui asuransi. Tapi banyak yang belum ngerti betul, bahwa asuransi sifatnya jangka panjang. Dan bukan u menabung spt bank.
    Semoga masy semakin faham pentingnya proteksi keluarga….

  4. Aku pun masih memilah soal asuransi nih mbak terutama untuk Vira. Kalau suami Alhamdulilah sudah ikut. Pengen tau lebih lanjut juga asuransi Futuready ini, siapa tau cucok meong

  5. srisekartadji says:

    Maut memang enggak pernah bisa diduga datangnya. Terimakasih infonya, mbok. Saya termasuk yang kudet soal asuransi.

  6. Betul sekali, jalan hidup tak ada yang tahu. Termasuk aku pun sebagai orang swasta sering menyimpan trauma karena dulu papaku meninggal saat kami masih kecil. Tanpa pensiun, ibu harus kerja mati-matian. Itu sebabnya aku tetap pengin berpenghasilan meskipun tetap di rumah. Dan asuransi ini yang sudah mulai kupikirkan.

  7. Umur bukan kita yang punya. Kapan saja Tuhan bisa mengambil nyawa kita. Dan mnurutku, memamg seharusnya ada asuransi untuk kita spy bs melindungi kluarga kita. Setidaknya seperti tmn mb Beti, kepala kluarga berpulang yg ditinggalkan tdk merasa kebingungan.

  8. Betul banget Mba Betty, bukan hanya persiapan klo kita meninggal atau kejadian diluar rencana.
    Saya salah satu orang yg beruntung karena mengkoleksi asuransi. Sebenarnya ga s3ngaja juga. Jd pada waktu anak2 lahir, aku masukan asuransi beasiswa yg cair saat mereka masuk.kuliah. disamping itu, aku juga ikut asuransi masa tua. Saat anak2 smp, aku masukan lagi asuransi masa depan yg preminya tiap bulan & hanya dibayar selama 10th. Lumayan bila nanti cair pd usia 40-50th, bisa dpt 1M.

    Naah…cerita planing masa depan melenceng krn perusahaan tempat saya bekerja bangkrut. Sementara suami sudah pensiun & sibungsu baru kuliah diluar kota. Naaah….disaat saya butuh dana, 1 asuransi jatuh tempo cair & terus begitu. Setiap ada kebutuhan, ee tuh asuransi cair. Sampai saat si kk mau nikah, pas asuransi masa tuaku cair….oolalala….
    Alhamdulillah……planing yg gagal, tp bisa selamat dg.asuransi. Tinggal 1 asuransi yg baru akan cair pd usialu 65 th nanti. mudah2an umurnya sampai kesana…hehhee

  9. Zaman now sih, ya. Asuransi pun ada supermarket nya, hehe. Baru tau, nih.
    Btw, setuju dengan pentingnya persiapan sebelum musibah datang. Selain tabungan, asuransi juga bisa jadi pilihan ya, Mbak. Malah setau saya, asuransi udah seperti ‘tabungan wajib’ bagi orang2 tertentu.

    Nah, Kalo BNI Life ini pernah dipromoin ma temanku 🙂

Hello, thank you for stopping by. I'm Bety, the one and only author of this blog. Find your most interesting story of mine and let's share!