The Lost World Castle, Destinasi Wisata Jogja yang Cocok untuk Kamu yang Hobi Selfie

 

Liburan sekolah yang bertepatan dengan libur lebaran kali ini, membuat saya dan keluarga memutuskan untuk mengadalakan wisata kecil-kecilan. Berhubung dana waktu cuti suami yang terbatas, kami tak memiliki rencana pergi keluar kota. Toh, ada banyak destinasi wisata Jogja yang belum kami jamah. Maklum orang sibuk hahaha.

Nah, kalau sebelumnya kami lebih sering ngemol, liburan kali ini kami berencana menghabiskan lebih banyak waktu di alam terbuka. Selain untuk lebih mengenal keindahan alam Jogja yang eksotis, kami juga ingin mengajak anak-anak lebih fresh.

Salah satu destinasi wisata yang kami datangi adalah The Lost World Castle. Tempat wisata ini berada di ketinggian, yakni di daerah Cangkringan, Kaliurang. Meski demikian, tempat ini tidak masuk dalam area tempat wisata Kaliurang loh. Gerbang masuknya juga berbeda.

Jadi, kalau teman-teman ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dengan menginap di vila dan menikmati suasana pagi di ketinggian, teman-teman bisa pergi ke taman wisata Kaliurang. Selain itu, bisa juga menikmati puncak Merapi dari gardu pandang yang ada. Sate kelinci, jadah tempe dan beberapa makanan khas lainnya juga siap menemani liburan kalian. Untuk Mommies dan keluarga yang menyukai kegiatan yang menantang, bisa ikut lava tour, berkuda atau trecking di sekitar villa.

 

 

The lost castle jogja

 

Lain di taman wisata Kaliurang, lain pula di The Lost World Castle ini. Meski sama-sama ada di Kaliurang, jalur masuknya terpisah. Untuk sampai di lokasi, kita harus melewati jalan beraspal yang cukup lebar, tapi tak selebar jalan utama menuju ke taman wisata Kaliurang. Kalau dari arah kota (bawah), kita akan disarankan berbelok ke kanan sebelum pos penjagaan Kaliurang. Saya lupa patokannya apa, soalnya kemarin juga mengandalkan Mbah Google doang. Hehehe. Ya, lebih gampang memang memakai google map dan mengeset destinasi “The Lost World Castle”. Gitu. Tampaknya Simbah cukup familiar dengan destinasi ini kok. Buktinya, jalan yang ditunjukkan juga benar, nggak pakai nyasar.

Kami berangkat sekitar pukul 10.00. Cuaca cukup panas dan berangin. Untungnya, suhu udara lumayan sejuk karena Kaliurang berada di ketinggian. Sepanjang perjalanan, ada banyak sekali kendaraan berpelat nomor luar kota, macam Jakarta, Bandung, Bogor, dan lain-lain. Hm, berasa banget ya aura mudiknya.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari pusat kota, kami mulai mendekati tujuan. Jalan menanjak dan berkelok, dibingkai dengan tetumbuhan hijau di kanan kiri, membuat perjalanan tak terasa begitu panas. Meski jalur yang kami lalui cukup jelas dan tak membingungkan, tapi minimnya papang petunjuk arah membuat kami beberapa kali sempet melambatkan laju mobil karena takut kebablasan. Untung ada google map, jadi nggak terlalu khawatir. So kalau teman-teman mau ke sini, pastikan handphone terkoneksi dengan internet ya. Jadi, sewaktu-waktu kesasar, bisa nyari jalan keluar. Eaaa….

Makin dekat dengan lokasi, kami berpapasan dengan mobil-mobil jeep. Rupanya, mereka adalah peserta lava tour Merapi. Debu yang ditinggalkan, menjadi penghias mobil kami yang belum sempat dicuci. Nggak papa deh, malah bisa jadi white board kan nanti? LoL

Baca juga : Taman Lampion, Destinasi Wisata Malam di Jogjakarta

Sekitar 300 meter menjelang pintu utama The Lost World Castle, kami dihentikan dengan petugas retribusi. Setelah membayar Rp 16.000, kami pun masuk. Jalanan sangat rusak (atau sengaja dibuat begitu, untuk menghasilkan efek off-road ya? Saya kurang tahu). Tak ada lagi jalan aspal. Yang ada, batu-batu yang disusun bersama pasir. Dan kalau terinjak sama ban mobil, otomatis menghasilkan debu yang spekta. Agar tak kena masalah, saya sarankan untuk melaju dengan sangat pelan saja di sini, Moms. Apalagi untuk mobil-mobil pendek seperti punya saya itu.

Masuk parkiran, kami dipungut biaya lagi sebanyak Rp 5.000. Kami pikir, tadi bayar di depan itu sudah termasuk parkiran. Ternyata belum. OK, fine. Kami bergegas turun dan menuju pintu utama yang sudah lumayan sesak oleh pengungjung.

Untuk bisa masuk dan berfoto, setiap pengunjung diwajibkan membayar sebesar Rp 25.000. Tarif ini berlaku untuk usia 5 tahun ke atas. setelah membeli tiket, kami pun masuk. Dan pemandangan di dalam ternyata cukup crowded. Ratusan pengunjung rupanya sudah memadati kawasan wisata ini. Meski demikian, mereka cukup tertib. Terutama saat antre menunggu giliran di spot untuk selfie.

 

The lost castle jogja
Angle’s wings spot

 

 

Yup! Memang ada banyak spot foto yang bisa kita pakai berselfie ataupun berwefie. Tepat setelah kita masuk, ada Paradise gate, balon udara, angel’s wings, kursi awan, motor trail, mobil jeep dan spot foto bersama burung hantu. Ada juga jasa pengambilan foto di spot balon udara. Tadinya saya pikir, bakalan difotoin pake kamera khusus. Eh ternyata, salah. Dengan membayar Rp 10.000, seorang petugas akan mengambilkan foto dengan kamera hape punya kita. Hehehe… Tapi, sangat membantu sih, untuk mengabadikan momen bersama keluarga. Mosok iya sih mau minta tolong sama pengunjung lain? Mending pake tongsis dah kalau gitu. Ye kan??

 

The lost castle jogja
Hot air baloon spot

 

Sama seperti destinasi wisata alam lain, The Lost World Castle juga menawarkan pemandangan dari ketinggian. Di sini, kita bisa berfoto dengan latar belakang kota Jogja di kejauhan. Kalau sedang beruntung, kita juga bisa mengambil angle Merapi. Tapi ini agak susah, karena puncak Merapi sering tertutup awan.

 

The lost castle jogja
Cloud spot

 

Puas berfoto di bagian depan, kita bisa naik ke castle atas dan mengambil foto dari tempat yang lebih tinggi. Kalau nggak, kita bisa nyantai dulu di kafe kecil yang ada di sudut. Sayangnya, nggak ada menu berat untuk makan siang gitu. Adanya cuma minuman dan makanan ringan. So, kami lanjut ke bagian bawah castle. Jendela-jendela yang dibuat lebar juga bisa menjadi tempat selfie yang indah loh. Kami sempat berhenti sejenak dan mengabadikan diri di sana.

 

 

 

Bagian bawah castle terdapat spot Wild West. Ada pemandangan khas suku Indian gitu, lengkap dengan tenda dan pernak-perniknya macam kuda, area pemanggangan, dan juga rumah kelinci. Selain itu, ada juga lahan hijau yang ditanami rumput. Wah, udah berasa kayak di London deh. Hihihi. Bolehlah poto-poto sejenak di sini, sambil ngadem.

Masih banyak spot foto dan lokasi lain di sekitar castle yang sebenarnya belum selesai dibangun ini. Kita bisa berkeliling dan berfoto di hampir setiap sudutnya. Asal pintar ngambil angle, kita bisa dapetin foto yang keren. Apalagi kalau teman-teman pake kamera DSLR atau mirrorless. Saya aja cuma pake kamera handphone, hasilnya tetep cantik kok.

 

The Lost castle jogja
Paradise gate

 

Sayangnya, di lokasi wisata ini belum banyak kafe atau kantin. Sejauh kemarin wisata kami, hanya ada dua kafe kecil yang menawarkan mi instan dan kopi sebagai menu utamanya. So, karena udah lapar dan capek, kami pun beristirahat dan memesan makanan itu. Mayanlah, daripada nggak ada.

Oya, toilet di sini cukup bersih. Mungkin karena masih baru ya. Semoga saja ke depan nggak ada tangan jahil yang merusaknya.

Setelah puas berselfie dan menghirup udara segar pegunungan, kami pun lanjut ke destinasi wisata Jogja lain. Penasaran? Ikuti terus cerita saya berikutnya ya!

13 thoughts on “The Lost World Castle, Destinasi Wisata Jogja yang Cocok untuk Kamu yang Hobi Selfie

  1. terakhir saya meninggalkan jogja 2012 rasanya belum ada tempat ini..
    kemarin februari 2018 saya googleling tempat wisata, muncul juga ini, tetapi aduhai jauhnya dari bantul..

    padahal dulu kos saya di jalan kaliurang km 11 hhehe

    • betykristianto says:

      Sekarang buanyak destinasi wisata baru mba… hayuk liburan ke sini hehe. btw salam kenal ya! Thanks for visiting..

    • betykristianto says:

      Hahahaha… mumpung ada kesempatan, Mba Dwi. Itu poto masih banyak, tapi belum sempet diedit. Harap maklum karena kejar tayang. Besok ditambahin lagih. Wkwkwkwk.,,

  2. Saya ke Yogya baru 3 kali, itu juga yang dikunjugi candi Borobudur dan Prambanan melulu hiihi… Terakhir kemarin malahan ke pasar Brimharjo )itu benar nggak sih namanya, maafin ya kalau salah). Suami saya malah ngomong gini, “kok wisatanya ke pasar sih, ini kan kerjaan ibu-ibu.”

    Iyah juga sih, kami lebih banyak menghabiskan waktu di pasar. Aapalagi rombongannya lebih banyak ibu-ibu maka jadilah para bapak mengikut sambil nentengi kantong kresek hehehe…

    Betewe, saya galfok sama wajah ayunya mbak Bety de…

Leave a Reply