How to be a Happy New Mommy

Menjadi ibu itu so pasti sebuah kebahagiaan luar biasa bagi setiap perempuan. Saya juga begitu kok. Meski diwarnai dengan drama baby blues syndrome yang nggak banget, nyatanya menjadi ibu itu membuat hidup saya penuh warna. Paling tidak, pengalaman itu membuat saya mengerti bahwa menjadi a happy new mommy itu adalah hak setiap perempuan.

Buat seorang perempuan, memiliki anak dari rahimnya sendiri adalah sebuah keajaiban yang rasanya nggak bisa dibandingkan dengan apapun juga. Bener kan, Moms? Apalagi jika kehadiran si kecil sudah lama dinantikan. Nggak heran, begitu si kecil hadir, rasanya semua sakit dan lelah hilang sudah. Terganti dengan luapan sukacita dan bahagia.

Tapi, cerita tentang menjadi ibu itu rasanya nggak lengkap ya Moms, kalau nggak ngomongin soal malam-malam panjang yang (hampir) sleepless, rengekan bayi yang bikin migren, atau kolik tengah malam yang bikin sport jantung itu. Oya, jangan lupakan soal kantung mata yang udah ngalah-ngalahin panda itu. Spekta deh pokoknya #curcol#

 

Baca juga: Aku, Anakku dan Baby Blues Syndrome

 

Pengalaman anak pertama dulu, saya yang masih polos #ehem# dan nol pengalaman mengasuh anak, harus mengalami beragam ujian. Ya ujian sabar, ujian kuat, ujian segalanya deh. Sering kali, saking nggak tahu musti ngapain, saya hanya bisa njonggrok di pojokan kamar sambil anak saya meraung di atas baby box. Wew, kalau ingat itu rasanya pengen nangis lagi deh. Hiks…😭😭

Ya, kebahagiaan menjadi ibu baru sering kali membuat perempuan kehilangan banyak waktu untuk dirinya sendiri. Terlalu sibuk mengurus buah hati, bisa jadi membuat banyak ibu muda mengabaikan penampilannya. Ish… saya juga dulu gitu kok Moms. Tenang aja, Anda tak sendiri.

 

Nah, kali ini saya mau berbagi

apa aja sih rahasia untuk tetap bahagia

bagi para ibu muda?

Simak tips berikut ini, ya!

 

 

1. Cukup tidur

Gambar ibu tidur dengan bayinya
www.infosehatwanita.com

 

Adanya bayi baru sangat menyita waktu dan tenaga. Hal ini memang tak dapat dipungkiri. Namun, bagaimanapun juga kita tetap harus memiliki istirahat yang cukup agar tak jatuh sakit. Sebagian ibu muda menjadi agak lemah pasca melahirkan dan butuh masa pemulihan cukup lama. Dengan tidur yang cukup, mood ibu akan lebih terjaga dan tidak gampang marah.

Trus, gimana menyiasati jam tidur yang cekak? Kalau saya sih, ambil kesempatan saat si kecil bobo. Kalau kita masih dalam periode ASIX, jam-jam menyusui adalah surga dunia hahaha… Nggak ada yang bisa mengganggu kalau udah begini mah.

 

2. Asupan makanan bergizi

Makanan sehat
pixabay.com

 

Bayi kecil menggantungkan hidupnya kepada ibunya. Karena itu, kita harus tetep sehat. Pastikan untuk selalu mengonsumsi aneka makanan yang bergizi seimbang, ya. Percaya enggak kalau tubuh yang menerima asupan gizi yang cukup, akan mengirimkan sinyal bahagia ke otak? Saya sih sangat percaya.

Oya, saya ini termasuk ibu yang ngeyel dan nggak manut aturan kalau soal makan. Pernah dengar kan kalau ibu menyusui dilarang makan yang pedas-pedas? Ah saya mah makan aja tuh. Anak saya juga baik-baik aja, nggak diare, nggak kembung dan nggak rewel. Menyusu pun tetap doyan. Tapi, jangan tiru gaya saya ya, kalau Mommies nggak suka pedas. Selain makanan pedas, saya juga makan bakso, soto, sate, semua buah termasuk durian, bahkan pete dan jengkol sekalipun. Ini mah emang rakus ya hahaha…

Intinya, selama perut kita dan bayi fine-fine aja, hajar bleh deh semua makanan. Asal, dalam porsi sewajarnya ya, jangan mentang-mentang doyan trus nggak terkontrol porsinya.

 

3. Berbagi beban

Gambar ayah dan bayi
pixabay.com

Beradaptasi dengan hal bayi baru, pasti sangat menguras tenaga dan emosi. Karena itu, jangan menanggung beban itu seorang diri Moms. Carilah orang untuk berbagi. Suami, orangtua, asisten rumah tangga, saudara, atau baby sitter bisa dimanfaatkan untuk membantu kita mengurus si kecil. Menanggung semuanya seorang diri hanya akan membuat kita stres dan uring-uringan.

 

4. Jangan lupa ”me time”

pixabay.com

 

Punya bayi bukan berarti kita harus kehilangan waktu untuk diri sendiri, lho. Nggak ada salahnya untuk melakukan kegiatan pribadi meski hanya hal-hal sederhana. Sesekali, berilah hadiah untuk diri sendiri. Misalnya saja dengan menikmati segelas cokelat, mandi air hangat atau menonton film kesukaan sambil memberi ASI kepada si kecil. Selain itu, rawat dan berilah perhatian pada diri sendiri. Hal ini akan sangat membantu kita melalui saat-saat yang berat.

Kalau saya, dulu pas masih ng-ASI, sering memanfaatkan waktu menyusui itu sambil nulis di tablet. Abis itu, saya posting di sebuah web khusus perempuan untuk menyalurkan ide dan berbagi informasi. Lumayan kan untuk membunuh sepi sekaligus mendulang rupiah.

Well… itu tadi sedikit tips menjadi a happy new mommy yang bisa saya bagikan. Lebih dari segala kebahagiaan pribadi, memiliki anak berarti memiliki generasi penerus yang akan menjadi kebanggaan bagi kita di masa depan. Karena itu, luangkan waktu untuk bersyukur kepada Tuhan untuk karunia terindah ini.

It’s just a matter of time, Moms. Anak-anak enggak akan selamanya menjadi “anak-anak”. Mereka akan dewasa dengan cepat dan suatu hari nanti kita akan merindukan celotehnya, tangisannya, bahkan omelannya saat makanan yang kita sajikan nggak sesuai selera. Karena itu, mari nikmati saat-saat terindah menjadi ibu baru. Meski berat, yakinlah bahwa mereka adalah bintang dari surga yang jatuh tepat di pelukan kita. Jadi, jangan lupa bahagia ya, Mommies!

 

❤❤

Bety

5 thoughts on “How to be a Happy New Mommy

  1. Setuju mbak! Sebentar lagi mau rencana hamil anak kedua. Biar sesuai rencana, hihihi. Terimakasih tips nya mbak Bety! Yang dulu, suami yang belum pernah pegang bayi, jadi apa-apa sendiri. Tetapi suami bantu nyuci dan kadang masak juga. Semoga besok yang kedua ini lebih berpengalaman dan lebih baik persiapannya.

  2. Bener bangeett..

    Sama nih kayak saya, punya baby 4 bulan.

    Yang point cukup tidur tuh yang sulit, tapi pinter2nya kita aja cari waktu tidur biar bener2 gak sleepless banget 😊

Leave a Reply