Anak Panah dan Busur

pernah nggak sih kita merasa kok sepertinya hidup kita mundur? yes, mundur loh ya, bukan stag. kemunduran adalah salah satu kondisi yang paling tidak diinginkan oleh siapapun, termasuk saya. kita tentunya ingin bergerak maju dan terus maju. nah, saya selalu suka cerita motivasi tentang busur dan anak panah. saat jiwa saya sedang lelah, saya akan membaca cerita itu kembali dan membangun semangat saya..

sebuah anak panah tidak selalu melesat di udara dan menuju kepada sasaran. ada kalanya dia harus disimpan dalam kantong penyimpanan atau digantung di pundak sang pemburu. bukan berarti dia tidak berguna ya, tapi sang pemburu tahu pasti kapan waktu yang tepat baginya untuk mengeluarkan anak-anak panahnya dan menembakkannya ke sasaran. dan pada waktu yang tepat itu, anak panah tersebut harus dalam keadaan siap untuk dipakai.

nah, begitu ada sasaran empuk di depan sana, sang pemburu akan segera mengambil anak panah itu dari dalam kantongnya. memasangnya pada busurnya dan menariknya ke belakang. mengapa? karena dia memerlukan gaya tolak yang akan membuat anak panah itu melesat jauh menuju sasaran yang dia mau. semakin jauh anak panah itu ditarik mundur, maka akan semakin jauh pula dia terlempar ke depan.

hidup kita ternyata seperti itu. kadang-kadang kita melihat ada orang yang kelihatannya seperti mundur. hidupnya terpuruk atau seakan jatuh dari ketinggian. atau mungkin kita juga pernah (atau sedang) mengalaminya? bersabarlah. jangan buru-buru menghakimi atau menyalahkan siapapun . ingatlah bahwa hidup kita itu seperti anak panah di tangan Tuhan.

mungkin saja orang itu -teman kita, sahabat kita, saudara kita, tetangga kita, atau justru kita sendiri- sedang mengalami saat-saat di mana kita harus ‘disimpan’ dalam kantong sang pemburu atau sedang ditarik ke belakang jauh-jauh. supaya kita siap untuk melompat lebih jauh menuju sasaran yang Tuhan sedang tetapkan bagi kita. doakan, dampingi, dan support mereka. jangan mengeluh berlebihan -itupun tidak akan memberi kita keadaan yang lebih baik- atau terpuruk terlalu lama. justru kita harus menyiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik. siapkan mental kita menjadi seorang pemenang, daripada sekedar pecundang.
Tuhan selalu punya waktu yang tepat buat kita… jadi tetaplah bersemangat apapun yang terjadi…!! percaya saja, Dia ngga pernah meninggalkan kita.

sebuah soal selalu memiliki kunci jawaban di baliknya
tugas kita adalah belajar dan mengerjakan soal ujian di depan kita
berapapun nilai yang kita dapat, itulah hasil yang mencerminkan kualitas hidup kita masing-masing…

Hello, thank you for stopping by. I'm Bety, the one and only author of this blog. Find your most interested story of mine and let's share!