Berdamai dengan Bipolar ala Sendy Hadiat

Bipolar Disorder, dua kata berjuta cerita.

Demikian saya menyebutnya. Menurut referensi yang saya baca, Orang Dengan Bipolar (ODB) memiliki gangguan perasaan dengan dua kutub ekstrim yang berbeda. Suatu saat ia bisa sangat murung (depresif), tapi di waktu yang lain bisa sangat bahagia (mania). Terkadang, beberapa penderita bahkan mengalami kedua fase ini secara bersamaan (mixed state).

Adalah Sendy Hadiat, ODB yang mencoba bangkit dari cengkeraman penyakit ini. Wanita bernama asli Sendy Winduvitri ini, merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Sejak 2002, satu persatu anggota keluarganya meninggalkan Indonesia dan menetap di AS, termasuk kedua orang tuanya. Jadilah perempuan kelahiran 7 Desember 1984 ini tinggal sendiri di Indonesia.

Tahun 2012, Sendy dinyatakan mengidap bipolar disorder. Sayangnya, keterbatasan pengetahuan membuatnya tidak memahami apa dan bagaimana menyikapi penyakit ini. Selain itu, tidak adanya keluarga yang mendampingi di sisinya semakin membuatnya terpuruk dalam cengkeraman bipolar. Kondisi ini terus berlangsung hingga dia menikah. Tekanan demi tekanan datang silih berganti kerap kali memicu fase depresi, terlebih jika anak-anak juga menjadi stressor (pemicu). Saat itu, sang suami belum mengetahui bahwa Sendy mengidap bipolar. Beruntung, penyakit ini tidak pernah mempengaruhi tanggung jawabnya sebagai ibu.

Menyadari hal ini, Sendy bertekad untuk sembuh. Dia pun mulai mencari informasi tentang bipolar dan menyambangi beberapa psikiater untuk mendapatkan pertolongan. Beruntung, sang suami mulai mengetahui kondisinya dan mendukung pengobatan yang dilakukan. Selain itu, suaminya juga menjadi caregiver dan perantara bagi mereka yang tidak memahami kondisi Sendy sebagai ODB.

Medio 2017, kondisi Sendy mulai membaik, seiring konsultasi rutin yang dilakukannya pada seorang psikiater di Yogyakarta. Dukungan suami dan anak-anak, membuatnya merasa lebih kuat menjalani hidup sebagai ODB. Saat ini Sendy bisa merasakan hidupnya jauh lebih berarti dan bahagia.

Baca juga: #Memesonaitu Breaking the Limit

 

Menemukan-Mu dan Menemukannya

Facebook Sendy Hadiat

Kini, kisah hidupnya dituangkan dalam sebuah buku berjudul Menemukan-Mu dan Menemukannya yang merupakan hasil Private Writing Choaching bersama Indscript Creative. Buku yang ditulis hanya dalam waktu 2 hari ini berisi kisah hidup seorang Sendy Hadia, ODB yang pernah mengalami pelecehan, bullying, siksaan demi siksaan, hingga sempat berniat untuk mengakhiri hidup, namun akhirnya bangkit lagi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Lewat buku ini, Sendy Hadiat ingin membuktikan bahwa ODB juga bisa hidup normal dan bahagia bersama orang-orang yang dicintainya.

Menurut Sendy, hidup bersama bipolar bukanlah sebuah pilihan, melainkan kenyataan yang harus dihadapi. Tak ada seorang pun yang mau memiliki kelainan jiwa, bukan? Karena itu, berdamai dengan bipolar dan memahami diri sendiri adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Segala sesuatunya berasal dari Tuhan, karena itu Ia pasti memberikan kekuatan untuk bertahan menghadapi ujian. Selain itu, Sendy juga mengingatkan bahwa keluarga adalah akar kehidupan setiap orang.

Buku sarat pesan moral ini bisa diperoleh dengan harga Rp. 100.000. Namun, selama masa Pre Order hingga 7 Desember mendatang, ada harga khusus yaitu Rp. 79.000, sudah termasuk dua ribu rupiah untuk disumbangkan bagi mereka yang terjerat riba. Untuk teman-teman yang ingin tahu lebih banyak tentang bipolar disorder, bisa berteman dengan Sendy Hadiat di facebook atau bergabung dalam grup asuhan beliau.  Link grupnya ada di sini.

Saya percaya, buku ini akan sangat menyentuh, karena ditulis dari hati dengan niat untuk berbagi dan menjadi inspirasi. Di dalamnya, ada banyak doa dan harapan yang pastinya akan sangat menguatkan siapapun yang membacanya.

4 thoughts on “Berdamai dengan Bipolar ala Sendy Hadiat

  1. ummi-aleeya says:

    Thx Mb Bety yang sudah menulis karya tentang Teh @Sendy. Semoga makin banyak wanita terispirasi menatap masa depan lenih kuat yaa 🙂

    • betykristianto says:

      Sama-sama Ummi… terima kasih jg untuk kesempatannya. Semoga makin banyak perempuan yang bangkit dan menjadi inspirasi bagi orang lain 😊

  2. Belajar bisa dr mana saja, termasuk lewat pengalaman pribadi orang lain. Semoga dengan mengenal “mereka” kita bisa mengerti dan memahami. Bersyukur atas apa yg telah Tuhan beri…

Hello, thank you for stopping by. I'm Bety, the one and only author of this blog. Find your most interested story of mine and let's share!