Aku tak ingat sejak kapan hatiku bergetar karenamu. Yang aku tahu, pagi itu aku terbangun dalam rindu yang teramat pekat. Sepekat itu sampai mampu membuatku menggigil. Ya, menggigil dalam perih yang terlalu pahit. 

Aku beranjak ke jendela kayu besar di seberang ranjang. Tirai putih yang menutup kaca besar dibaliknya berayun pelan seiring tanganku yang semakin dekat. Pagi yang syahdu. Embun masih mencumbu pucuk-pucuk hijau yang bergoyang tertiup bayu.

Sekejap lagi, batinku. Ya, masih ada sedikit waktu sebelum mentari terbangun dan semuanya segera berakhir. Embun berlalu tanpa pamit dan dedaunan akan bermandi cahaya, melupakan semua asa yang telah berlalu.

Bergegas ke dapur, aku mengambil teko kaca kecil tertutup rapat yang setia menemaniku beberapa tahun terakhir. Tidak setiap hari aku membukanya -tidak, aku bahkan tidak selalu menyentuhnya. Aku hanya akan membukanya di saat-saat tertentu. Saat di mana aku begitu merindukannya, mendamba aromanya dan mencium wanginya yang memabukkan.

Aroma harum yang begitu khas merasuki hidungku dengan cepat, dan menembus otakku. Membuat memori tentangmu datang kembali tanpa permisi…. Entah, apakah aku memang merindukan aroma ini, atau… jangan-jangan aku merindukan KAMU. Ya.. kamu yang jauh di sana. Kamu yang tak lagi bisa aku lihat dan raba.

Gemericik air seolah irama indah di awal hari, saat bubuk hitam bercampur dengan kepulan asap yang bergulung di atas cangkir putih. Kuaduk pelan, menikmati butir demi butir hitam yang perlahan hilang dan berubah menjadi cairan pekat itu. Hatiku hangat oleh sejuta ingatan yang berjejalan keluar dari otakku. Ingatan  yang selama ini kuikat baik-baik dalam kotak pandora bernama kenangan.

filosofi kopi

Rasa-rasanya, filosofi kopi yang satu ini tepat sekali untukku. Dalam pekatnya si hitam yang pahit ini ada rasa manis yang diam-diam menyelinap dan menutup luka yang terkadang masih terasa perih. Semakin kunikmati, semakin pudar jualah perih itu. Hingga akhirnya aroma kopi nan wangi dan nagih itu hilang dari hidungku, dan sesak di dadaku berganti lega yang tak kentara.

Aku memang menyukai kopi dalam segala bentuk dan wujudnya. Bagiku, kopi tak sekedar minuman penghangat raga di kala dingin memeluk. Pun bukan cuma kafein cair yang mengusir penat kala kantuk mendera.

Bagiku, kopi adalah kamu. Saat semua kenangan tentangmu mendesak keluar tanpa ampun, dengan kopilah aku mampu mengusir rasa sakit itu. Ya, kenangan tentangmu tak selalu manis. Bahkan lebih banyak pahit yang kurasakan. Tapi -sekali lagi- aku belajar dari kopi. Bahwa kenangan pekat itu tak selamanya menjadi sesuatu yang menyakitkan. Dan aku belajar untuk mengubah semua rasa sakit itu menjadi memori yang justru membuatku kuat dan mampu berjalan sejauh ini.

Aku lupa sejak kapan mulai menyukai kopi. Rasanya mungkin hampir sama ketika sepasang jemari kita lepas bertaut. Sejak itulah, aku melarikan diri darimu dan menemukan kehangatan dalam secangkir kopi. Terkadang, aku berteman kopi di heningnya malam pedesaan yang menenangkan. Tapi tak jarang juga aku menemukan diriku terhanyut dalam riuhnya atmosfer metropolis yang dinamis.

Seperti kali ini, saat aku menjejakkan kaki ke kota lama yang pernah mengisi hari-hariku bertahun silam. Kota yang sempat kugadang dan kuimpikan akan menjadi tempat kita berjuang dan meraih puncak bersama. Nyatanya? Jalur takdir kita berbeda. Kau dan aku hanya berjumpa dalam secangkir kopi hitam di tengah riuhnya gedung-gedung pencakar langit dan kerlip lampu kota yang seakan bergelut manja dengan lampu kendaraan beragam merk di ibukota ini.

Sejujurnya, aku tak sesibuk yang dilihat orang. Aku hanya termangu di sini berteman buku dan secangkir kopi hitam yang isinya sebentar lagi habis, sambil berkhayal bisa menemukanmu di sepenggal senja yang sekejap lagi menghilang. Duh, aku memang ambigu. Tadinya aku berharap bisa menenggelamkanmu dalam pekatnya cangkirku. Nyatanya, aku justru sibuk mencarimu di tengah benderang kota.

“Kita tak akan pernah tahu rasanya memiliki sampai kita kehilangan hadirnya.”

Ya, kehilangan hadirmu dari atmosfer hidupku akhirnya menyadarkanku bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Tak juga cinta atau kebersamaan. Semua hal selalu berganti, berubah dan berevolusi. Karena itu benarlah kata pepatah bahwa yang abadi adalah perubahan itu sendiri.

Mencarimu lagi setelah 20 tahun dan ratusan purnama itu adalah sesuatu yang hampir tak pernah masuk dalam wishlist-ku. Seolah tengah mencari hidden treasure di tengah samudera hijau yang tak terukur dalamnya. Menemukanmu lagi sepertinya akan menjadi final ending yang menyempurnakan perjalananku kali ini. Tapi entahlah… bahkan aku sendiri tak segampang itu mampu menebak ending-nya.

Perjalanan menelusuri langit Jakarta yang makin gelap membawaku ke sini. Sebuah tempat cozy yang menyenangkan. Dari sini aku bebas menikmati angkasa di atas Jakarta, yang meski tak secemerlang Bandung, tapi bisa sedikit melegakan penatku.

Kisahku sampai di sini sebenarnya tak terduga. Berawal dari kopi dan terdamparlah aku di tempat ini. Mungkin banyak yang tak akan percaya kalau aku menemukan tempat senyaman ini gara-gara jemari. Ya, jemariku yang letih membuang sisa kenangan bersamamu … berakhir dengan menelusuri layar bening penuh dengan gambar bercangkir-cangkir kopi hitam yang begitu menawan. Terpujilah Traveloka yang menghadirkan rekomendasi luar biasa yang bahkan aku pun tak sempat membayangkannya.

Traveloka? Ya, aku menemukan tempat ini berkat rekomendasi googling di tempat teratas mesin pencarian terbesar di jagat raya ini. Mungkin aku tak akan melanjutkan petualangan maya ini kalau saja tak kutemukan sebuah kalimat yang begitu menarik.

Enjoy your everyday hangout place on the rooftop…        

Hatiku tergelitik dan tak mampu kuhentikan jari jemari dari menari di atas layar bening yang tak seberapa besar itu. Langit dan angkasa selalu menenangkan, bukan? Lagipula aku percaya Traveloka tak pernah main-main saat merekomendasikan sesuatu.

Benar saja, the ambience is so nice! Tak hanya dimanjakan dengan secangkir kopi kualitas terbaik, live musicnya pun begitu nyaman di telinga. Bagiku, makanan dan minuman tak hanya sekedar urusan perut ataupun mulut. Suasana yang unik dan mengesankan, keramahan petugas dan tentu saja: moment-moment indah yang layak dikenang, turut menjadi bumbu penyegar yang dengan mudah menarikku datang.

Beruntung, Traveloka menyediakan 3 hal menarik dalam sebuah fitur bernama Traveloka Eats.

Panduan Kuliner

Untuk strangers sepertiku, jujur agak susah menentukan resto atau kafe mana yang recommended dan worth it untuk didatangi. Dan fitur Panduan Kuliner ini terbukti membantuku menemukan coffee shop ini.

Special Offer

Traveloka Eats menawarkan beragam penawaran spesial berupa potongan harga dan program menarik lainnya.

TREATS

Ini adalah fitur terbaru yang berisi informasi ter-update terkait penawaran spesial di beragam resto dan kafe menarik pilihan. Ada rekomendasi resto favorit terdekat, menu dan harga terbaik dan beragam penawaran lainnya. 

Sebutuh Itukah Aku sama Traveloka Eats?

Memang, setiap orang pasti akan punya alasan untuk melakukan sesuatu. Dan kalau menyangkut urusan #PengalamanMengenyangkan seperti ini, beberapa hal berikut cukup untuk membuatku percaya sama Traveloka Eats.

User Friendly

Aku selalu benci segala sesuatu yang ribet. Untungnya, Traveloka Eats ngertiin banget. Pengaturan yang mudah dan nyaman di mata, membuatku betah berselancar mencari rekomendasi resto terbaik. Selain itu tombol-tombol yang ada tak membingungkan. Alur prosesnya pun cukup jelas bagi pengguna.

Fast and Secure

Kebutuhan akan kecepatan dan keamanan bertransaksi online sungguh sesuatu yang wajib hukumnya. Thanks God, Traveloka Eats ini begitu memanjakan penggunanya dengan dua fitur ini. Cepat, tapi tetap aman.

Reviews & Feedbacks

Pengalaman pelanggan sebelumnya juga menjadi perhatian serius bagiku sebelum menentukan tempat tujuan. Termasuk urusan kuliner seperti ini. Apalagi bab kopi, aku sangat tak ingin kecewa. Untungnya, sekali lagi, Traveloka mengerti kebutuhan penting ini dengan menyediakan fitur reviews & feedbacks. It means a lot!

Instant & Paperless Confirmation

Sejalan dengan semangat digitalisasi sekaligus make a better world, pelanggan hanya perlu membawa smartphone lalu menunjukkannya pada petugas resto untuk dapat menikmati penawaran spesial sepertiku.

0

Google Play Rating

-5
-5

App Store Rating

Google Play Store Rating

0

 Total app downloads 10,000,000+

Treats by Traveloka Eats

TREATS by Traveloka Eats

Ini adalah fitur terbaru dari Traveloka Eats, berupa informasi terbaru tentang penawaran khusus bagi pengguna setia Traveloka Eats. Dengan fitur ini, aku berkesempatan mendapat informasi terbaru terkait penawaran spesial di beragam resto dan kafe menarik pilihanku. Ada juga rekomendari resto dan kafe terbaik di sekitar kita, termasuk penawaran harga terendah yang bisa dipilih. So, no worries untuk urusan budget. 

You know, it’s just like find my hidden gems di sini.

Hidden Gems?

Ya, dengan menggunakan fitur TREATS ini, aku seolah tengah memburu kenangan dan menyatukan serpihannya dalam secangkir kopi di hadapanku ini. Seperti aku memburu bayanganmu, begitulah aku memburu ragam penawaran spesial yang disajikan lengkap oleh Traveloka.

Finding my Hidden Treasure

Untuk menggunakan fitur TREATS ini, kita harus mengunduh aplikasi terbarunya Traveloka di App Store atau Google Play. Once we’ve done this, kita bisa langsung menemukan beragam penawaran menarik.

Baca juga : Pengalaman Menggunakan Traveloka Experience

Explore

Open aplikasi Traveloka, lalu cari menu Eats. Lalu klik logo TREATS di bagian tengah. Jelajahi semua resto dan kafe yang direkomendasikan. Seperti aku kemarin, mencari menu “Coffee and Tea” lau terdamparlah di Votrro Coffee and Bar ini.

Save

Untuk mendapatkan beragam penawaran khusus dari resto terpilih, klik tombol SAVE. Kita bisa menyimpan lebih dari satu resto pilihan loh.

Get the Deals

Dari resto pilihan yang sudah disimpan tadi, kita bisa langsung mendapatkan info tentang deals dan penawaran menarik yang ada. Termasuk diskon atau special price, atau program lain seperti free items.

Pay at Resto

Saat sampai di resto, kita tinggal menunjukkan penawaran yang sudah dipilih ini pada petugas, lalu tekan “Scan for QR” lalu pilih “Beli Pakai TREATS” dan lanjutkan ke menu pembayaran. Menariknya, payment methodnya juga beragam mulai dari UANGKU, PayLater, atau kartu kredit. 

Berikut tangkapan layar TREATS yang terlalu menarik untuk dilewatkan. 

Good bye my Hidden Gem, I finally found my new gems.

Hope life will treat you kind, just like Traveloka Eats treats me very kind tonight.

Menghapus kenangan sejatinya tak pernah mudah, meski itu kenangan tersuram sekalipun. Tapi, sekali lagi, aku belajar dari kopi. Bahwa yang hitam dan suram tak selalu kotor, dan yang pahit tak selamanya sakit. Begitulah aku ingin memaknai kenangan tentangmu.

Thank you, Traveloka, for treating me in a special way. #PengalamanMengenyangkan malam ini membuatku sadar betapa manusia harus menghargai setiap moment dalam perjalanan hidupnya, yang dengannya kita bertambah dewasa dan bijak. 

Ini kisahku bersama Treats by Traveloka Eats. Maukah kalian berbagi kisah denganku?