Perfect Dream, Saat Ambisi dan Mimpi Bertemu di Ujung Waktu – Sebuah Resensi

resensi novel perfect dream

Judul Buku: Perfect Dream
Penulis: Rizki De
Kategori: Fiction & Literature
Penerbit: ANDI Yogyakarta
Cetakan: 1/2019
Jumlah Halaman: iv + 268 
ISBN: 978-623-7122-01-3
Harga: Rp 118.000,- (Pulau Jawa, include DVD Movie)

 

***

Akan tiba waktunya kita berbicara untuk diri kita,

awal dari sebuah mimpi dari masing-masing tujuan hidup kita.

Segala upaya menjadi sebuah ambisi kekuasaan, yang akan menghancurkan masa depan kita…

Hidup kita..

Seperti bom waktu.

Kita tak akan pernah sadar dan terus-menerus mengulang kesalahan

… sampai akhirnya Tuhan menghentikan langkah kita,

tanpa bisa kita menolaknya.

Dan pada saat itulah kita tahu, kita hanyalah manusia…

 (epilog novel Perfect Dream – Rizki De-)

***

 

 

Setiap orang memiliki mimpi. Sebagian berani melangkah dan mewujudkan mimpinya, namun beberapa orang memilih untuk diam.

Dibyo adalah salah satu dari sedikit orang yang berani menjemput impian besarnya. Bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia hitam, membuatnya menjadi pria yang penuh ambisi. Baginya, mimpi besarnya harus terwujud. Keberhasilan adalah sesuatu yang diukur dengan seberapa besar dia mampu mewujudkan ambisinya.

Dalam kamus Dibyo, tak boleh ada kata kalah. Hidup ini keras. Karena itu, hanya orang yang kuat dan cerdiklah yang mampu bertahan.

 

resensi novel perfect dream

 

 

Perfect Dream yang ditulis oleh Rizki De ini diadaptasi dari film berjudul sama dan disutradarai oleh Hestu Saputra. Novel setebal 268 halaman ini dibuka dengan adegan seorang pria perlente dalam sebuah taksi yang berlari cepat meninggalkan pelabuhan Surabaya. Tak ada yang akan menyangka penumpang tampan penuh misteri itu baru saja melakukan tindakan yang menghebohkan. Tidak juga para petugas polisi dalam mobil yang berjalan tak jauh dari taksi tersebut.

Adegan-adegan berikutnya ditampilkan layaknya beberapa film khas Hollywood. Senjata api, kontak fisik dan kalimat-kalimat sarkastik bernada ancaman menjadi bumbu di sana-sini. Meski demikian, novel ini cukup minim diksi yang berbau vulgar dan kasar. Penulis tampaknya ingin menghadirkan sebuah karya yang elegan, namun tetap memancarkan kesan action yang menegangkan di dalamnya. Sebuah pilihan yang saya rasa cukup tepat untuk penikmat fiksi di tanah air.

 

resensi novel perfect dream

 

Setelah berhasil mendapatkan Lisa, gadis impian yang tak lain putri tunggal almarhum bosnya, hidup Dibyo semestinya lengkap sudah. Harta, kekayaan, jabatan dan keluarga yang harmonis berada dalam genggamannya. Namun nyatanya, bisnis yang menggurita di sana-sini tak membuat Dibyo puas. Ambisi dan keserakahan telah membuatnya gelap mata dan melupakan semua miliknya yang berharga, termasuk cinta dari keluarga.

Lisa sendiri adalah perempuan lemah lembut yang memiliki sejarah kelam dalam urusan asmara. Sempat memiliki kekasih hati yang tak direstui oleh sang ayah, telah membuatnya terpuruk. Hingga akhirnya dia menyerah dalam pelukan Dibyo yang belakangan justru mengkhianatinya.

Mengambil setting di Surabaya, kehidupan metropolis nan dinamis dan penuh intrik cukup terwakili dalam keseluruhan isi cerita. Rizki De, sang penulis, mengajak pembaca untuk mendalami kehidupan “liar” dan keras yang mungkin selama ini tak banyak diketahui orang awam. Gemerlap dunia malam, gengster dan ambisi yang sering kali menjadi aroma pekat kehidupan para konglomerat dan kaum borju diungkapkan cukup gamblang di sini. Dengan alur maju yang cukup nyaman dibaca, novel ini mampu membuat saya larut dalam cerita yang dibangun dengan apik.

Yang bikin tambah asyik, novel ini tak hanya menyuguhkan adegan menegangkan loh. Ada juga beberapa scene yang mengharu biru dan mungkin bisa membuat pembaca menitikkan air mata.  Seperti adegan saat Bagus, anak sulung Dibyo bertemu dengan Rina yang tak lain wanita yang merebut hati papanya dan menyampaikan pesan pilu pada sang ayah. “Saya ingin wajah ini diabadikan Mbak Rina dan sampaikan ke Papa.” (hlm. 210).

 

Resensi Novel Perfect Dream

 

Buku yang tampil dengan warna sampul bernuansa gelap ini memakai clean font dengan ukuran yang cukup bersahabat dengan mata pembaca. Pergantian antar bab dihias dengan gambar pendukung yang membuat saya terkesan. Selain itu, pemilihan art paper membuat buku yang sekilas terlihat tebal ini tetap handy dan ringan dibawa traveling. Pas untuk pembaca yang mobile tapi ingin tetap terhibur saat di luar rumah.

Mengusung pesan moral yang cukup mendalam. Perfect Dream bisa memenuhi ekspektasi saya saat sekilas melihat covernya yang agak misterius. Nilai-nilai humanis ditampilkan dengan lugas di dalamnya. Betapa manusia adalah makhluk yang tak pernah puas, sosok yang selalu ingin mengejar impian dan ambisi. Padahal, kehidupan ini semestinya seimbang dan selaras dengan semesta. Tak semua keinginan harus dipenuhi, terlebih jika itu menyalahi takdir dan melukai orang-orang tercinta. Dan rasa tak pernah puas inilah yang acap kali membawa manusia itu pada kejatuhannya sendiri.

 

resensi novel perfect dream

 

 

Kekurangan Buku

Meski ditulis oleh salah satu novelis best seller, Perfect Dream terbitan Penerbit Andi Yogyakarta ini tak luput dari kekurangan. Saya menemukan beberapa kesalahan ketik di sana-sini. Walau mungkin terhitung minor, tapi cukup mengganggu mengingat typo ini bertaburan di hampir semua bab. Apalagi saya termasuk pembaca perfeksionis yang bisa ujug-ujug sakit kepala pas ketemu dengan si typo ini. Belum lagi penempatan huruf kapital yang juga masih kurang tepat di beberapa kalimat. Saya sampai berpikir jangan-jangan editor naskahnya ini newbie hahaha. *maafkan*

Untungnya kesalahan tipis ini bisa tertutupi oleh keseluruhan kisah yang dirangkai manis oleh sang penulis. Genre action-drama dalam novel ini membuat pembaca cukup terhibur dengan perpaduan adegan tembak-tembakan dan romantisme tipis-tipis.

 

resensi novel perfect dream

 

Over all, novel ini recommended dan pas untuk para pembaca dengan segmentasi umur dewasa muda. Mengingat novel sejenis yang sama-sama diangkat dari layar lebar, nampaknya pembaca akan tergoda untuk membandingkan versi cetak dan filmnya. Menariknya, buku ini sudah dilengkapi dengan DVD movie, yang artinya pembaca tak perlu repot mencari-cari filmnya di luaran.

Lalu, bagaimana akhir dari petualangan Dibyo dan ambisinya menaklukkan dua hati? Akankah Dibyo berhasil merengkuh hati Lisa istrinya sekaligus menawan kalbu Rina, si orang ketiga? Temukan jawabannya di Perfect Dream yang tersedia di toko buku seluruh Indonesia.

 

 

***

#Perfectdream4sheila

55 thoughts on “Perfect Dream, Saat Ambisi dan Mimpi Bertemu di Ujung Waktu – Sebuah Resensi

  1. Sitatur Rohmah says:

    Saya suka semua… cerita novel ini menarik untuk dibaca, barangkali ini dari bagaimana mbak bety menuangkannya dalam sebuah tulisan resensi. Resensi yang bagus pasti mampu menyihir pembaca untuk setuju bahwa buku yang diresensi juga bagus. Saya suka banget gaya mbak bety bertutur lewat tulisan. Segar, manis, meski kadang ada pedasnya, tapi ending nya tetaplah sebuah sajian yang menggoda seperti sepiring rujak buah solo atau seblak bandung.. enak semua 😍😍😍

    • betykristianto says:

      Makasih mba, asli keren sih emang bukunya. Lebih seru lagi kalau baca sendiri. Imajinasinya bakalan beda beda soalnya hehe

  2. Dwi Arumantikawati says:

    Kalo aku mesti milih versi cetak, ntah kenapa beberapa kali baca novel yang kemudian difilmkan atau film dinovelkan ttp sukaak yang versi cetaknya, qiqiqi … tapi boleh juga lah ini baca bukunya dulu trus liat filmnya… thx mbok cantik resensi dan rekomendasinya…

  3. Damar Aisyah says:

    Novel yang di-film-kan, aku pasti pilih novelnya dulu. Bukan apa-apa, agar imajinasi lebih liar aja, kalau di film-nya mesti gak bisa se-liar di bukunya. Btw, eak banget review Mbak Bety. Gak banyak spoiler dan bikin penasaran di bagian ujungnya. Yang paling menarik dari resensi ini adalah foto-fotomu. Gilak!Cakep anet, Kakak.

  4. dewi adikara says:

    Nyaman banget ulasan mbak Bety, kita jadi bisa masuk ke dalam cerita novel dan lebih penasaran untuk mendapatkan cerita keseluruhannya.

    Apalagi kisah romantisme yang tak umum, melihat sosok sang istri memiliki background kisah cinta yang kelam, sedangkan Dibyo terbawa oleh keserakahan dan kelalaian dalam memelihara cintanya. Bagaimana ya cerita lanjutannya?

    Penasaran deh… bukunya disertai dvd, jadi makin mantap deh kalau mau beli novel ini😍

  5. mayarumi says:

    mbak bety thanks for the book review, lagi butuh buku baru nih buat baca-baca, udah lumayan lama gak baca-baca buku baru, karena belum nemu yang pinginnn banget dibaca, hihihi

  6. Visya says:

    Mba Betty aku penasaran dengan apa yg sdh dilakukan Dibyo di awal cerita itu. Trus tentang pesan anak sulung nya hehe. Udah lama banget ga baca karya Novel fiksi euy.

  7. ajeng pujianti lestari says:

    Resensi bukunya lengkap. Mbak Bety bisa banget menceritakan isi buku tanpa membeberkan jalan ceritanya sampai ending, hihi.

    Aku udah lama banget enggak baca novel soalnya, gegara taman bacaan deket rumah tutup. Huhuhu

  8. Yanti says:

    Jadi pengen banget baca buku ini mba resensi yang mba kasi sangat lengkap bikin penasaran mau tahu cerita utuhnyaa cuzz ah mau cari novelnya

  9. Dian Restu Agustina says:

    Dari film ke buku..hmmm, biasa sebaliknya ya
    Sungguh penasaran jadinya. Bagaimana sebuah tayangan visual bisa dirupakan dalam alur cerita.
    Dan baca resensinya mba Bety beneran makin dibuat mupeng baca Perfect Dream ini.

  10. Diah says:

    Waah, ini novelnya diangkat dari film malah ya, trus beli buku dapat DVD juga? Wiidihh, kereen.
    Nanti klo dapat di toko buku, mau baca juga ahh

  11. Akarui Cha says:

    Mungkin saya yang norak atau bagaimana gitu ya, Mba. Biasanya saya tipe yang tertarik baca novelnya dulu baru penasaran untuk menonton film hasil adaptasinya.

    Kali ini kebalik. Saya jadi penasaran nonton filmnya dulu.

  12. Bambang Irwanto Soeripto says:

    Betul sekali, Mbak. Setiap orang punya mimpi. Namun yang berhasil, yang bisa mewujudkan mimpinya.

    Keren nih novelnya. Apalagi setting Surabaya. Jadi bisa lebih dieksplor kota Pahlawan.

    Apalagi sudah ada DVD-nya juga. Jadi orang biasanya membandinglan antara filmnya dan novelnya.

    Masuk list nih, dan siap diburu novelnya.

  13. titisayuningsih says:

    Mantap mbak, resensinya membuat saya tergoda untuk membaca bukunya. Banyak pesan yang disampaikan dan menarik dijadikan motivasi kalau lagi down ya. Sudah tersedia ya di toko buku kan mbak?

  14. Wiwin | pratiwanggini.net says:

    Sejujurnya aku tertarik dengan ceritanya. Kebetulan aku suka nonton film yg berbau kekerasan, gangster, tembak-tembakan, hehehe.. Tapi biasanya kalo buku dibikin berdasarkan film, aku kurang tertarik. Seperti halnya film based on buku/novel. Aku lebih suka aslinya. But let’s see, who knows one day I get this book 🙂 #ngarep

Hello, thank you for stopping by. I'm Bety, the one and only author of this blog. Find your most interesting story of mine and let's share!