betykristianto.com I Alas Harum – Bali seakan nggak pernah abis untuk dieksplor, sih. Mau mantai, hayuk. Main ke gunung juga boleh. Main di indoor banyak pilihan, eh main ke alam juga nggak kalah asiknya.
Salah satu pilihan wisata yang sayang banget untuk dilewatkan kalau pas ke pulau Dewata ini adalah main ke pedesaan. Menikmati pemandangan sawah yang adem, ijo, dan tentu saja tetap instagramable.
Pilihan saya pas main ke Bali kapan hari kemarin adalah Alas Harum, wisata tengok sawah yang nggak cuma nawarin pemandangan rice field doang, tapi juga banyak spot foto lengkap dengan properti yang oke punya. Pastinya cocok banget buat stok foto bakal pamer di medsos.
Tempat wisata ini cukup aku rekomendasiin sih buat kalian yang pengen bawa keluarga untuk sejenak menepi dari hiruk pikuknya pantai selatan Bali, semacam Kuta, atau Nusa Dua itu.
Table of Contents
Lokasi Alas Harum
Kalau dilihat di peta, Alas Harum ini secara administratif masuk di wilayah Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Dari Ngurah Rai Airport, kita butuh waktu sekitar 2 jam berkendara dengan mobil ke arah timur laut. Tentu saja waktu tempuh ini bisa bervariasi tergantung kemacetan ya.
Tiket dan Jam Buka Alas Harum
Mulai buka dari jam 7 pagi sampai pukul 7 malam, kita bisa datang setiap hari tanpa hari libur. Jadi nggak usah khawatir sampai sana tutup, Bestie.
Untuk harga tiketnya tersedia dalam beberapa pilihan. Yang pertama pastinya entrance only, yaitu sebesar 50K saja per orang, mulai usia 2 tahun. Sedangkan untuk pilihan lainnya adalah tiket bundling dengan aktivitas yang disediakan (giant swing, flying fox, dan flying bike). Untuk tiket bundling ini kamu bisa cek langsung di websitenya atau lewat OTA langganan dengan harga yang beragam, mulai 250 ribuan hingga 800 ribuan, tergantung promo ya.
Tiket bundling ini tentu saja lebih komplit dan cukup affordable buat kalian yang emang niat untuk beraktivitas penuh di sini. Tapi, kalau masih bingung mau main apa selain nongkrong di resto atau popotoan, mendingan sih beli tiket masuk aja. Soalnya dengan tiket masuk ini kita udah dapet free banyak spot foto kece, bisa ikut coffee tour sekaligus ketemu luwak cilik yang lucu, plus olah raga gratis dengan mengitari area wisata yang asri dan cuantik pol.
Oya, di sini pengunjung dilarang bawa makanan dan minuman dari luar ya, Ges. Nggak usah coba-coba cheating deh, soalnya bakalan digeledah sampe ke dalem-dalem semua tas dan bawaan kita di gerbang masuknya. Kecuali untuk makanan baby kayaknya masih bole ya, tapi nggak berlaku untuk toddler yang udah bisa makan dan minum beli gitu.
Kita bisa beli air kemasan di beberapa titik di dalam area wisata, tapi tentu saja harganya muahils bener. Buat kaum mendang mending kayak aku sih rasanya nggak rela rogoh 50 rebu buat beli sebotol equil dingin gitu. Soalnya nyari akua kagak ada, Mak! Hahaha…
Ngapain Aja di Dalem?
Coffee Tour
Setelah beli tiket, kita akan diarahkan untuk melewati lorong khusus menuju pintu masuk utama. Sebelumnya, ada petugas yang akan ngecek semua barang bawaan untuk memastikan kita nggak bawa makanan dan minuman dari luar. Kalau ketemu, bakalan disuruh titipin di situ dan entar boleh diambil pas keluar.
Nah, udah selesai diceki-ceki, kita boleh lanjut menyusuri lorong yang nggak terlalu lebar yang ujungnya adalah anak tangga turun. Kalau lurus, itu adalah pintu masuk ke Creta Ubud. Belok kiri, kita akan disambut dengan area coffee tour yang tadi aku omongin di depan. Jadi ada petugas yang akan menjelaskan langkah-langkah pembuatan kopi luwak buatan mereka. Kita juga disuguhi dengan deretan biji kopi yang tengah dijemur biar kering. Di deket situ ada kandang kecil tempat si luwak lucu imut itu berada. Tapi ternyata mereka pemalu, jadi pas kemarin pengen kenalan eh nggak ada yang keluar.
Lanjut berjalan, kita sampai di dapur pengolahan kopi lengkap dengan peralatan manual yang dipake. Termasuk tungku kayu, wajan tanah liat, dan beberapa perkakas lain. Aku sempet tanya sama petugasnya, emang kopi luwaknya diproses dengan cara manual kek gitu? Dan jawabannya adalah: IYA. Kata mereka hal itu dilakukan selain karena jumlah biji kopi luwak nggak terlalu banyak, juga untuk menjaga orisinalitas dan kualitas rasa kopi mereka.

Oke deh, pengalaman ini cukup menarik buat aku sih. Meskipun aku nggak tertarik untuk beli biji kopinya. Tapi minimal tour kopi ini bisa nambahin pengetahuan aku soal proses pembuatan kopi luwak secara manual dan tradisional.
Glass Bridge
Sebenernya nggak bisa disebut jembatan kaca juga sih, soalnya nggak menghubungkan tempat satu dengan yang lainnya. Tapi area dek berlantaikan kaca tebal ini ada di atas resto yang bisa kita temui setelah lepas dari area coffee tour tadi. Pengunjung boleh berfoto di sini tanpa harus makan di restonya, tapi harus patuh dengan aturan khusus, yakni maksimal hanya boleh 6 orang di dalam area kaca dalam sekali waktu.
Kita bisa berfoto dengan latar belakang hamparan terasering padi menghijau di kejauhan. Ada juga pohon-pohon kelapa yang menjulang tinggi dengan gagahnya. Biar foto kalian makin ciamik, jangan lupa bawa kamera atau ponsel terjahat yang kalian punya. Soalnya di area foto gratisan ini nggak ada fotografer yang mau ngefotoin.
Giant Swing
Jalan lagi ke arah lebih dalem, ada giant swing yang jadi ikon terfavorit di sini, Genks. Kalau kalian emang sepengen dan seniyat itu mau abadiin momen foto melayang di atas hamparan padi yang asri itu, cuss beli tiket bundling aja sekalian. Atau kalau ternyata niatnya baru dateng pas udah sampe di dalem, ya kalian bisa aja langsung beli tiket on spot. Cuma aku nggak tau apakah antriannya sama dengan yang beli duluan.
Dengan membeli tiket giant swing ini kita udah dapet baju atau kostum sewaan yang sexi dan bakalan bagus banget pas difoto nantinya. Udah gitu, kita juga udah dapet fotografer profesional yang akan ambil foto kita dengan angle yang paling joss. Jadi nggak khawatir foto bakal zonk sih. Ya intinya mah worth it sama harga tiketnya yah.
Pas kemarin aku ke sana, lagi padet banget antriannya dan lagi banyak banget turis manca dari Korea dan bule-bule juga dari Eropa kayaknya. Aku taunya dari logat bicara mereka. Dan, yah sebagai kaum mendang mending yang muka udah kucel akibat kecapekan main terus berhari-hari di Bali, nggak sempet dandan dan emang nggak yakin kostumnya bakalan fit on me, aku milih untuk enggak naik giant swing ini. Takut juga sih sebenernya sama ketinggian pas ayunannya lagi di puncak hahaha. Udah gitu, ujan pulak, Gais. Beneran nggak, deh. Cari spot lain aja buat poto-poto gratisan.

Flying Fox
Area menantang adrenalin berikutnya dalah flying fox. Buat kalian yang demen meluncur di ketinggian, ini kayaknya bakalan pas banget deh. Melayang di ketinggian, melintasi rice field menghijau gitu pasti seru. Tiket bundling juga bisa kalian beli sebelumnya atau on the spot ya.
Sky Bike
Nggak kalah asik dan seru dibanding giant swing atau flying fox tadi, sky bike bakalan bikin adrenalinmu meroket. Dengan ketinggian 15 meter di atas tanah, kita bisa meluncur sambil berfoto di atas track sepanjang 50 meter. Males sendirian? Cuss beli aja tiket couple, deh.
Hanging Brigde
Ini adalah salah satu ikon terfavorit juga setelah giant swing. Untuk bisa berfoto di jembatan gantung ini, kita harus sabar ngantri ya ges ya. Soalnya banyak beut orang yang pengen foto di sini saking sebagus itu emang viewnya.

Meski begitu, pas di tengah jembatan aku sempet takut juga sih. Pasalnya, badan kita akan goyang-goyang terus, jadi berasa rada oleh gitu. But, over all worth to try banget sih, spot yang satu ini. So, pastiin kamu nggak skip yah.
Patung Soekarno
Melangkah lebih jauh, kita akan ketemu sama patung Soekarno lagi duduk, dengan ukuran super gede. Di depannya, ada tanah lapang berumput, sayangnya pas aku ke sana lagi ujan. Jadi nggak bisa mainan di tengahnya. Lokasi patung ini deketan sama hanging bridge dan patung kepala monkey.
Spot-spot Foto Gratis Lainnya
Di dalem Alas Harum ada banyak banget spot gratisan yang cocok untuk berfoto ria. Kita bisa berpose di antara hamparan pagi yang menghijau atau menguning (tergantung season pas ke sana), atau bisa juga cekrak-cekrek di berbagai wahana foto yang cantik, asri dan pastinya sangat instagramable.
Contohnya kayak foto-foto di bawah ini.



Jajan Apa di Alas Harum?
Seperti yang aku bilang sebelumnya, main di sini nggak boleh bawa makanan dan minuman apapun, kecuali untuk bayi ya. Kayaknya ada perlakuan khusus untuk itu, tapi kalian bisa langsung tanyakan sama petugas di tempat mana yang boleh dibawa masuk. Trus kalau haus or laper gimana? Ya harus jajan, Bestie! Berikut ini ada beberapa pilihan tempat makan yang (rata-rata) cukup pricey. Maklum aja lah ya, soalnya target pengunjung di sini memang lebih ke wisman gitu. Tapi kan ya nggak mungkin berjam-jam (apalagi setelah jalan keliling dan aktivitas lainnya) gitu trus kita nggak minum or makan, ye kan?
Deretan resto berikut bisa jadi pilihan untuk melepas haus dan laper di Alas Harum.
Cretya Ubud
Pas kita baru masuk dan menuruni tangga menuju area Alas Harum, resto ini ada di ujung jalan sebelum kita belok ke arah kopi area. Tak cuma resto, Cretya Ubud juga menawarkan Club dan event khusus.
Ada 3 lantai utama di dalam resto. Lantai pertama bernama Yudhistira, kedua Arjuna dan lantai paling atas bertajuk Bima yang menyuguhkan konsep open air yang memungkinkan pengunjung menikmati keindahan suasana luar biasa di sekitarnya.
Ada 3 kolam renang open air yang eksotis di dalam area Cretya Ubud ini, semuanya disetting adults only ya. Kita bisa memesan layanan eksklusif seperti private breakfast atau berfoto sepuasnya di sini, asal bayar hehehe.
Cretya Lite
Resto kedua ini konsepnya lebih fun, nggak terlalu mewah dan glamour seperti Cretya Ubud. Makanan yang ditawarkan adalah makanan Asia yang cukup bervariasi mulai dari camilan, makan berat dan aneka minuman. Cretya Lite menawarkan aneka main course khas dari Bali, Thailand, Jepang, dan juga India.
Cretya Jungle Lite
Sesuai dengan namanya, Cretya Jungle Lite ini berada di tengah-tengah Alas Harum, dikelilingi oleh hamparan padi bertingkat yang luar biasa. Kita bisa melihat orang-orang beraktivitas seperti giant swing ataupun pengunjung yang tengah asik berkeliling di bawah sana. Hanging Bridge juga terlihat dari titik tertentu di resto ini.
Kemarin, aku sama keluarga neduh sini pas ujan, sekaligus jajan receh yang ujungnya tetep ngabisin ratusan ribu rupiah demi beberapa gelas minuman dan sepiring french fries wkwkwkwk.

Di sini makanannya lebih condong ke menu India ya Bestie. Ada juga sih sate dan rendang atau burger sama french fries gitu tapi makanan utamanya adalah menu Indian Cuisine.
Cretya Lite Extention
Ini adalah resto terbaru di area Alas Harum yang menawarkan gabungan ambience dari Mediterania, Asia, dan juga Western. Kesegaran sekaligus kehangatan adalah atmosfer utama yang ditonjolkan dalam resto ini. Tempat duduknya berkonsep open air dan menyatu dengan alam sekelilingnya. Cocok untuk hang out bareng temen dan keluarga.
Kesimpulan
Spending quality time with family di sini bisa jadi healing moment yang menghangatkan jiwa. Di tengah asrinya alam Ubud yang indah, kita bisa sekaligus menikmati sajian boga yang menggoyang lidah. Betul-betul sweet escape yang recommended banget.
So, kapan nih main ke Alas Harum?





tergugah sekali untuk kembali mengunjungi Bali
melihat gambar, membaca kisah di artikel ini beneran Alas Harum ini gak bakalan pernah abis untuk dieksplor, ya….
keindahannya , kenyamanannya, semua lengkap
mau ke pantai mau main ke gunung, mau main di indoor juga banyak pilihan,
beneran lengkap ya Alas Harum ini
Iya teh cuss kalau ada waktu dan kesempatan main ke sini pasti nyess banget
Wah, baru tahu ada tempat wisata semacam ini di Bali! Biasanya, sih, lebih ke arah pantai atau wisata candi.
Kalau ada informasi semacam ini, bisa menjadi referensi bagi kamu yang mau berkunjung ke Bali. Liburan bareng keluarga juga oke.
Betul kak paling seringnya ke Bali ya mantai ya… ini bisa jadi healing sambil speak speak sama bule kece uhuuy
Seneng banget bisa baca rekom tempat wisata kaya gini. Ada giant swing, flying fox, dan flying bike, spot² foto yg instagramable, wuihh auto masukin wish list destination nih buat liburan, Alas Harum ya, noted. thanks for sharing ya Mba.
Iya mbak kadang ke Bali cuma ke situ lagi situ lagi bosen lama-lama ya… hehehe
Aku salfok sama si Mas, udah jangkung banget, udah pemuda berwibawa gitu…
Nah, spot foto gratis tuh pas buat kita-kita deh…
Banyak tempat wisata yg tiap spot, nambah bayar.
Kapan yaaa aku ke Bali lagi? Banyak banget tempat baru…
Iya Bun udah selangit tingginya hehehe. Maknya kalah jauh. Cusss bunda agendakan ke Bali lagi next summer (((summer))) 😛