Tips Anti Galau Meninggalkan Anak ke Kantor

Menjadi ibu bekerja adalah sesuatu yang nggak mudah. Sekeras apapun tekad kita untuk melangkah keluar rumah dan mengejar karier, sering kali harus bertabrakan dengan beragam kepentingan domestik.

 

“Mami di rumah aja!

Aku nggak mau sama Mbak,

aku mau sama Mami aja!!”

 

Kalimat ‘ancaman’ seperti itu beberapa kali mampir di telinga saya saat masih ngantor dulu. Kadang, saya akan bersikap manis dan memeluk Rafael kecil sampai ia tenang dan mau ditinggal. Namun, saat harus segera sampai kantor, saya akan membujuknya sebentar lalu meninggalkannya bersama pengasuh. Sesaat, saya merasa menjadi ibu yang kejam. Tapi, atasan di kantor juga sering kali nggak kalah sadis saat beberapa kali saya harus datang terlambat dengan alasan anak.

“Emang lu doang punya anak??” Begitulah bunyinya jawabannya. Hiks…huaaaa

Dan, rasa bersalah itu akan makin besar, saat Rafael sakit sementara saya harus pergi keluar kota. Tatapan matanya yang sayu seakan nggondeli kaki saya yang terasa makin berat. Tapi, tetap saja mau nggak mau, anaklah yang akhirnya saya “korbankan”. Sebagai “tebusannya”, saya akan menghabiskan waktu di akhir pekan bersamanya. Main lego, nonton film, main di taman, makan di luar, sekadar jalan-jalan bersama papinya, adalah sebagian dari we-time kami.

Yes, menjadi ibu bekerja itu bebannya banyak. Makanya nggak boleh stres, ya Moms! Kalau stres dan merasa bersalah terus, bisa-bisa cepat tua. Kasihan kan anak-anak dan suami? Saya bersyukur, sekarang menjadi full time mommy, yang bisa mengurus keluarga non stop 24 jam. Bisa nenemin anak mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi (meski terkadang bosen juga hakhakhak…!!)

Nah, buat Mommies bekerja yang sering merasa galau dan bersalah, stop it now! Resep di bawah ini mungkin bisa membuat Moms feeling better. Oke? Check it out!

1. Hilangkan rasa bersalah

 

Baca juga: Tips Mengatur Waktu Para SuperMom

 

Yang namanya ibu, wajar kalau kita merasa bersalah meninggalkan anak. Tapi, jangan sampai hal ini berlebihan ya Moms. Sebab akan membuat anak rewel dan kita pun nggak fokus dalam bekerja. Sesekali terjadi morning drama sih wajar. Kasih anak pengertian yang benar sehingga ia nggak rewel lagi saat kita tinggal. So, keep your good mood and enjoy, Mom!

 

2. Jangan tinggalkan ASI

starberita.com

 

Mampir sini juga ya: Menyapih dengan Cinta

ASI adalah hak setiap anak. Jika anak masih menyusu, perahlah ASI sesuai jadwal dan berikan kepada anak. Jadi meskipun kita pergi seharian, anak tetap mendapatkan nutrisi terbaik bagi kehidupannya.

 

3. Siapkan jadwal harian anak 

pinterest

 

Tuliskan jadwal harian anak dan tempelkan di tempat yang mudah dilihat. Misalnya pintu kulkas atau lemari anak. Hal ini akan mempermudah pengasuh untuk melakukan tugasnya.

 

4. Sediakan makanan sehat di rumah

 

Sebelum berangkat ke kantor, pastikan makanan sudah siap jadi anak nggak akan kelaparan seharian. Mom bisa membuatkan masakan untuk anak, sehingga ia tetap merasakan sentuhan kita. Ini akan mendekatkan anda secara emosional. Saya juga melakukan hal ini sampai hari ini, lho.

Tapi, jika memang nggak punya banyak waktu untuk memasak sebelum ngantor, pastikan Mom punya ART yang tangguh dan bisa dipercaya untuk memasakkan makanan buat anak-anak. Buatlah peraturan tentang apa yang boleh dan nggak boleh diberikan kepada anak. Jangan sampai anak kita dicekoki dengan makanan ‘sampah’ yang berbahaya bagi kesehatannya.

 

5. Siapkan obat-obatan

 

Selalu sediakan obat-obatan yang biasa dikonsumsi anak di dalam kotak obat. Jika anak sakit, pastikan pengasuh tahu dosis dan waktu pemberian obat yang tepat. Berilah catatan dan instruksi yang jelas tentang pemberian obat ini. Selain itu, teleponlah ke rumah setiap beberapa jam sekali untuk mengecek kondisi anak. Terakhir, jika memang diperlukan ambillah cuti. Ingat, anak lebih penting daripada pekerjaan.

 

6. Pastikan instalasi listrik di rumah aman

 

Agar lebih aman, posisikan colokan listrik agak tinggi. Selain itu akan lebih baik kalau kita memakai steker yang ada tutupnya. Tempatkan barang-barang elektronik di atas meja yang tinggi supaya anak nggak bisa menariknya dan berisiko kejatuhan barang.

 

7. Pastikan pintu rumah dan pagar terkunci

 

Berilah pesan kepada pengasuh untuk tidak memasukkan tamu selama kita nggak di rumah. Sebaliknya, jangan membawa anak keluar rumah. Jika memungkinkan, sediakan area bermain yang cukup luas di rumah atau pasanglah CCTV. Hal ini untuk meminimalisir kemungkinan buruk terjadinya tindak kejahatan. Apalagi jika hanya ada pengasuh dan anak di dalam rumah.

 

8. Tuliskan nomor-nomor telepon penting di dalam buku telepon atau handphone

 

Nomor telepon kantor, telepon genggam pribadi ayah dan ibu, kantor polisi, rumah nenek, atau dokter langganan, adalah sebagian dari nomor telepon yang wajib ada di dalam daftar tersebut. Jadi ketika terjadi sesuatu yang darurat, pengasuh bisa segera menghubungi kita.

 

9. Letakkan barang berbahaya dengan benar

 

Jangan meletakkan benda-benda berbahaya seperti termos air panas, piring dan gelas di atas meja beralaskan taplak atau benda lain yang bisa ditarik. Hal ini untuk mencegah anak dari tersiram air panas ataupun kejatuhan benda-benda yang mudah pecah.

 

10. Jika menitipkan anak di tempat di day care, pastikan untuk memilih yayasan yang kredibel.

 

Sebisa mungkin, pantaulah anak melalui sambungan telepon terutama kalau anak sedang sakit. Akan lebih baik, kalau kita membuatkan sendiri makanan dan minuman bagi anak dari rumah sehingga bisa mengurangi risiko keracunan atau alergi. Jangan lupa, sesampai di rumah periksalah kondisi fisik anak. Jika menemukan tanda aneh semisal biru, ruam merah dan lain-lain, segera tanyakan kepada pengelola TPA. Jangan pernah meremehkan sekecil apapun kondisi anak kita ya, Mom. Lebih baik waspada daripada menyesal di kemudian hari.

 

Fiussh… cukup panjang ya ternyata tips saya kali ini? Hehe… Nggak pa-pa ya Moms, namanya juga ningglin anak seharian. Pastilah kita ingin yang terbaik bukan? So, selamat menikmati peran menjadi working mom yang HAPPY ya!

 

Salam smart mom,

Bety

 

One thought on “Tips Anti Galau Meninggalkan Anak ke Kantor

  1. Saya juga pernah begini, mbak. Waktu itu saya udah harus masuk kerja saat baby baru umur 3 bulan, sementara suami kuliah S2. Jadi waktu beliau lebih fleksibel. Tiap jam2 tertentu dia ke tempat kerja saya buat ngambil asi peres😄
    Dulu belum ngerti cara nyimpen asi.
    Duuh…kalau inget itu, rasanya..😊😊

Hello, thank you for stopping by. I'm Bety, the one and only author of this blog. Find your most interested story of mine and let's share!