Menjelajahi Wisata Budaya Solo dalam Sehari

ikon kota Solo

Halo Moms!

Berwisata alias plesiran merupakan salah satu kebutuhan hidup yang nggak bisa dihiraukan, terutama bagi pekerja kantoran yang banyak menghabiskan waktu dengan rutinitas. Wisata menjadi sebuah sarana melepaskan tekanan pekerjaan serta menyegarkan pikiran dari tumpukan kewajiban dari pekerjaan. Sayangnya, enggak banyak orang yang punya waktu lebih untuk berekreasi. Ya kayak saya dulu deh. Mau cuss sebentar aja keluar kota, rasanya dikejar-kejar kerjaan, hiks. So, kalau pas pengen melepaskan diri sejenak dari tekanan batin, berkunjung ke Solo dan melakukan perjalanan selama sehari untuk sekadar merelaksasi diri, sepertinya bisa jadi pilihan tepat. Tapi kalau perginya cuma sehari, tentu kita nggak bisa dong mengunjungi seluruh wisata Solo yang beragam itu.

 

Nah, kali ini saya mau berbagi beberapa ide untuk wisata sehari di Solo :

Melihat Langsung Kerajinan Batik Solo

Wisata Solo
Sumber gambar : tribunnews

 

Banyak daerah di Jawa Tengah yang terkenal dengan kerajinan batiknya. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam membuat pola-pola batik. Solo juga merupakan salah satu daerah kerajinan batik yang tersohor loh. Bahkan di kota ini sering digelar acara Solo Batik Carnival yang merupakan ajang tahunan untuk memperkenalkan Batik Solo kepada dunia. Ada dua kampung batik yang bisa menjadi Wisata Solo yang populer.

Urutan pertama adalah Kampung Batik Kauman. Daerah kampung batik ini berada tak jauh dari Masjid Agung , masih dalam lingkup Keraton Solo. Dulunya, daerah ini merupakan pusat produksi batik yang digunakan untuk kebutuhan keluarga Keraton. Pembangunan daerah ini berlangsung sejak tahun 1763 hingga 1788. Jadi nggak heran kalau Kauman dikenal sebagai kampung Batik tertua di Solo. Model yang menjadi ciri khas batik produksi Kauman adalah motif batik Klasik yang sesuai dengan pakem keraton Solo. Saat ini kita bisa menemukan paling enggak ada 30 industri batik di daerah ini.

Kampung batik tertua kedua di Solo adalah Kampung Batik Laweyan. Kampung batik ini sudah ada sejak tahun 1912 dan telah menghasilkan setidaknya 250 motif batik yang sudah dipatenkan hingga saat ini. Di daerah seluas 24,83 hektar, Kampung Batik Laweyan tumbuh menjadi daerah multikultural yang memiliki karakter arsitektur bangunan dari campuran berbagai budaya seperti Jawa, Eropa, Tiongkok, dan peradaban Islam. Di daerah ini kita juga bisa mengikuti workshop membuat batik di sentra-sentra industri batik baik dengan metode cap maupun batik tulis. Asyik, ya?

 

Masjid Agung Solo

Masjid Agung Solo
Sumber gambar : Flicker

 

Setelah puas berwisata budaya di sentra batik, kita bisa lanjut berwisata religi ke Masjid Agung Solo. Masjid Agung ini juga dikenal sebagai Masjid Ageng Keraton Surakarta Hadiningrat dan berada di sebelah barat alun-alun Keraton Surakarta. Dibangun tahun 1763-1768 pada masa kepemimpinan Sunan Pakubuwono III di atas tanah seluas 19 hektar, masjid ini dikelilingi pagar setinggi 3,25 meter dan 3 pintu dengan gerbang utama model paduraksa menghadap ke timur.

Bangunan masjid ini terbagi dalam 3 bagian yakni Serambi yang merupakan lorong berbentuk kuncung, Ruang Utama sebagai tempat Khatib, serta Pawestren sebagai area jamaah wanita. Selain sebagai pusat ibadah di area Keraton, masjid ini juga menjadi pendukung kegiatan rutin seperti Grebeg dan Sekaten.

Baca juga : Review Kelana Kopi Solo

Keraton Solo

Keraton Surakarta
Sumber gambar: Wikipedia

 

Keraton Solo atau Keraton Kasunanan Solo selain merupakan kompleks tempat tinggal anggota kerajaan, saat ini juga merupakan sebuah museum sejarah. Di dalam kompleks Keraton kita bisa menemukan banyak artefak-artefak peninggalan keraton yang dipamerkan di berbagai ruangan. Ada beberapa bangunan di dalam area Keraton yang terbuka untuk umum yakni Kori Rentang, Kori Mangu, dan Kori Brojonolo. Di area ini kita bisa menyaksikan keagungan karya arsitektur Keraton Solo yang memesona. Area terakhir yang bisa dimasuki adalah Museum Keraton Surakarta Hadiningrat.

Oya Moms, untuk memasuki kompleks Kraton ada sejumlah larangan yang harus kita patuhi. Larangan ini bertujuan untuk menghormati budaya yang ada di sini. Di antaranya dilarang menggunakan jaket, topi, kacamata hitam, dan celana pendek. Harga tiket masuk Keraton Solo hanya 10 ribu rupiah, serta tambahan biaya 2 ribu rupiah kalau kita bawa masuk kamera ke area Keraton.

Mampir sini juga ya: Itinerary Wisata Jogja 

Pasar Klewer yang Legendaris

pasar klewer solo
Sumber gambar : liputan6.com

 

Di akhir perjalanan wisata Solo dalam sehari ini, kita akhiri dengan belanja oleh-oleh. Wiih, ini bagian yang paling saya suka. Pasar Klewer di dekat Keraton Solo bisa menjadi tujuan pertama. Pasar yang terkenal sebagai sentra fashion ini menjadi salah satu sentra belanja yang populer baik untuk warga lokal maupun wisatawan. Di sini kita bisa beli berbagai macam batik dengan harga miring. Jangan lewatkan kesempatan berbelanja cinderamata untuk keluarga dan teman-teman di tempat ini ya.

Oke, itu tadi beberapa alternatif tempat wisata di Solo yang bisa kita kunjungi dalam sehari. Jadi, kapan nih mau ke Solo?

 

 

27 thoughts on “ Menjelajahi Wisata Budaya Solo dalam Sehari

  1. Nanik says:

    Pasar Klewer legendaris tuh Mbak Betty. Ihh pingin ke sana. Ngeborong baju batik yang murmer dengan kualitas yang nggak murahan bingt katanya.
    Semoga bisa kesampaian sampai ke sana.
    Nice review mbak.

  2. Yeni Sovia says:

    Wah Mba Bety ngeliat postingan ini jadi bikin aku pengen jalan-jalan. Aku penasaran pengen liat langsung kerajinan batik solo. Kalau kita ke sana boleh coba nggak ya belajar membatik sekalian?

  3. Dian Restu Agustina says:

    Aku hampir tiap mudik singgah ke Solo, mbak..tapi enggak pernah puas jelajah kotanya. Pasalnya Adik iparku rumahnya di sana, jadi seharian di sana silaturahmi dengan dia dan keluarga.
    Yang sudah lama enggak aku kunjungi tuh Pasar Klewer, terus yang belum pernah Masjid Agung Solo.
    Semoga next kunjungan bisa ke sana.

  4. hani says:

    Rasanya aku dah sering ke Solo, beberapa tempat di atas belum pernah aku sambangi nih….Kampung Batik belum pernah semua…Hehe…takutnya, kalau ke sana jadi ngeborong…

  5. Dwi says:

    Aiissh kan lihat beginian, jadi makin pengen back to Solo again. Kemarin karena milih ke Sarangan jadi malah belum sempat jelajah kotanya. Next ah…

  6. lisa lestari says:

    Pasar Klewer…senangnya kalau bisa belanja lagi ke sini. Pengen banget tuh bisa mengunjungi kampung batik, apalagi bareng anak-anak ke sananya. Next semoga bisa bareng anak-anak ke sananya.

  7. fauziah azzahra says:

    Belum pernah ke solo. Tapi kalau ada kesempatan ke solo jadi engga bingung mau ngapain aja disana. Karena udah ada rekomendasi tempat wisata yang harus banget di kunjungi. Harus banget beli oleh2 batik khas solo yang terkenal. Mungkin ada rekomendasi hotel di solo mba yang dekat dengan tempat2 wisata. Hehehe

  8. Nunung yuni says:

    Meskipun dekat dengan kampung halaman Magelang saya malah belum pernah loh sengaja main-main ke tempat wisata di Solo. Kapan kapan emang harus disempetin nih main ke Solo.

  9. Visya says:

    Aku pertama dan terakhir ke Solo Februari 2016 waktu jadi pembicara di UMS tapi karena waktu terbatas jadi cuma sebentar aja deh disana padahal jatuh cinta banget Sama kulinernya, hehe.

  10. Aprillia Ekasari says:

    Solo, salah satu destinasi impianku. Udah pernah ke sana tapi cuma numpang makan depan keraton 😀
    Pengen eksplor lebih jauh lagi. Moga tahun ini bisa kembali ke sana sama keluarga dan lbh menikmati kota ini 😀

  11. bloggergunung says:

    Sentra batik di Solo sangat menggiurkan untuk dikunjungi. Bukan hanya untuk membeli oleh-oleh atau keperluan batik dipakai sendiri tetapi juga bisa jadi inspirasi bisnis. Ambil banyak dengan hatga miring lalu dipasarkan lagi di daerah sendiri itu sangat menjanjikan lho keuntungannya

    Salam
    Okti Li

  12. Dian says:

    Iyes bener bgt ni mbak..

    Ini lokasi2nya g terlalu jauh, jadi emang bisa dikelilingi dlm sehari..

    Solo emang tempatnya wisata budaya sepertinya,

  13. Lia Yuliani says:

    Saya belum pernah ke Solo. Pengan juga mengunjungi Kota ini. Pengen ke Kraton Solo, Masjid Agung Solo, sama ke Pasar Klewernya. Hehe … soalnya dulu beli di aplikasi online barang-barang dari pasar klewer solo bagus dan murmer lagi.

  14. lendyagasshi says:

    Aku punya keluarga di Solo.
    Kalau kami traveling ke Solo, selalu bersama keluarga besar dari Bapak rahimahullah.

    Dan selalu yang tak terlupakan adalaaaah..
    KePasar Klewer.

    Denger-denger, yang namanya Pasar Klewer ini ada 3 lokasi yaa..?

  15. niaharyanto says:

    Wah, kujadi kangen Solo lagi deh. Udah lama banget gak ke sana. Terakhir kali itu tahun 2011. Hehehe… lama banget ya. Udah banyak yang berubah pastinya. Nanti kalo berkesempatan ke Solo lagi, kepengen deh bisa main ke tempat2 wisata seperti itu. Dulu cuma kulineran aja tuh 😀

  16. Sari Hati says:

    Nah benar ya mba. Perjalanan itu salah satu kegiatan yang bisa membuat kita relaks. Aku belum pernah ke solo. Tapi selalu terhipnotis setiap melihat sudut kota solo baik di televisi maupun dikonten pariwisata manapun. Seperti membawa kepada masa lalu bangsa ini.

  17. Siska Dwyta says:

    Belum pernah injak Solo sih tapi kalau ada kesempatan ke sana pastinya nggak bingung lagi mau jalan-jalan ke tempat wisatanya yang mana. Apalagi yang bisa dilakukan hanya sehari. So boleh juga nih rekomendasi wisatanya.

Hello, thank you for stopping by. I'm Bety, the one and only author of this blog. Find your most interesting story of mine and let's share!