Transportasi Andal, Ekonomi dan Pariwisata Indonesia Pasti Maju!

Lomba blog Kemenhub

“Nanti malem sampe sana dijemput, kan?” tanya saya memastikan. Suami manggut-manggut sambil mengangkat koper dan bawaan lainnya ke bagasi ojol yang dia pesan barusan.

“Sampe Medan aku hubungin nanti. Tenang aja, Mom. Di sana kan ada anak-anak kantor. Pasti bisa lah mereka ngejemput. Lagian kan masih jam 10-an kok sampe sana.” Jawabnya enteng. Giliran saya yang manggut-manggut.

Menjelang jam setengah sebelas malem, ponsel suami masih belum aktif. Duh, hati saya makin kebat-kebit. Ada apa ya? Perasaan tadi nggak ada pembicaraan kalau pesawat delay atau apa gitu. Ini udah lebih setengah jam dari jadwal arrival, dan pak suami masih belum ada kabarnya.

“Aku udah di kereta, satu jam sampe Medan.” Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel saya. What? Kenapa jadi naik kereta sih? Bukannya tadi mau dijemput pake mobil? Saya makin gemas. Nggak sabar, saya langsung pencet nomor hapenya lalu nyerocos pake kekuatan bulan.

Ya gimana nggak mikir dong, si papi itu baru pertama kali ke Medan naik pesawat malam. Biasanya, dia ambil jadwal penerbangan yang pagi atau siang. Tapi hari itu kebetulan jadwal di kantor padat jadinya nggak bisa berangkat agak siangan.

“Tenang aja, Mom. Keretanya enak kok, bersih, masih baru, nggak desek-desekan gitu. Nyaman banget kok. Tuh liat aja…” jawab si papi sambil menyorotkan kamera ponselnya ke sekitar. Hihihi saya jadi malu. Ketahuan katroknya nggak pernah pergi ke mana-mana. Perlu waktu satu jam dari bandara Kualanamu di Deli Serdang menuju kota Medan. Dan lewat tengah malam si papi kasih kabar kalau dia udah check in di hotel. Yawdah, setelah memastikan si papi aman dan nyaman menuju Medan, saya akhirnya bisa tidur nyenyak malam itu.

Kereta api yang menghubungkan Kualanamu dan Medan

Sebagai mamak yang jarang keluar kota, saya tuh emang suka parno kalau mau pergi-pergi, apalagi kalau bawa anak segala. Bukan apa-apa sih, males aja kalau pergi jauh gitu trus ribet di jalan. Tapi mendengar cerita si papi tadi kok rasanya jadi auto ngiler ya jalan-jalan naik kereta gitu. Asik kali bawa Kevin naik pesawat, trus udah gitu ganti naik kereta yang nyaman, aman, bersih dan full AC. Nggak kayak beberapa tahun yang lalu pas jaman naik kereta masih harus desak-desakan, ngantri beli tiket aja kayak antrian sembako gratis. Huhuhuhuu.. itu melelahkan, Marimar!

Saya bahkan punya pengalaman nggak enak banget pas naik kereta bisnis dari Gambir ke Stasiun Tugu. Keretanya penuh sesak, full aroma yang ajaib, trus pedagang asongan udah kayak model papan atas lalu lalang seenaknya aja. Nah giliran sampai di stasiun mana ya, saya juga udah lupa, kereta tiba-tiba berhenti dan duaar! Ada bunyi ledakan dan ternyata gerbong di belakang saya terbakar dong. Entah apa yang sebenernya terbakar, tapi kereta harus berhenti cukup lama. Dan jaman itu kereta bisnis kan nggak ada AC-nya ya. Bisa bayangin sendiri deh, saya udah kayak ikan asin dan hampir sesak napas. Pokoknya pengalaman itu beda banget deh sama jaman now. Ke mana-mana gampang, jelajah Indonesia mah hayuk aja deh kalau kayak gini.

Sepanjang yang saya tahu dari berita, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah 5 tahun terakhir bener-bener all out. Hal ini terbukti dari banyaknya sarana dan prasarana transportasi yang keren dan pastinya beda jauh sama jaman old. Nggak heran deh kalau kemajuan di bidang ini turut serta meningkatkan perekonomian rakyat di seluruh pelosok Indonesia. Eh nggak cuma sektor ekonomi loh, pariwisata kita juga makin berkembang pesat di sana-sini. Nggak hanya Bali, ada banyak destinasi wisata lainnya yang makin hari makin ngehits.

Buat para banci liburan kayak saya gini, langsung auto bikin wishlist jalan-jalan keliling nusantara deh, hahaha… Gimana nggak mupeng, kan jalan rayanya udah mulus, transportasinya OK, lengkap dan fasilitasnya juga keren. Mau beli tiket gampang, nggak harus antri kayak dulu. Jadi, sepertinya wishlist ini bakalan segera terlaksana deh. Amiiiin.

 

 

Kemenhub

Apa sih Pentingnya Transportasi Bagi Sektor Perekonomian dan Pariwisata Nasional

Meski banyak yang bilang, emang kita makan jalan, enggak kan? Ya emang enggak sih. Tapi kan dengan adanya jalan raya yang mulus, bisa meningkatkan roda perekonomian rakyat. Kalau ke mana-mana gampang, kan rakyat juga yang seneng. Yekaan?

Sst, tau nggak sih, kalau sarana dan prasarana transportasi ini sangat berkaitan dengan beberapa hal berikut?

Ketersediaan Barang

Sarana dan prasarana transportasi yang OK akan menunjang ketersediaan barang sampai ke pelosok negeri. Kenapa? Soalnya proses distribusinya lancar. Orang Papua bisa menikmati jeruk Bali, orang di Jawa bisa makan buah merah, papeda, atau pempek asli Palembang dengan mudah. Nggak harus datang ke tempat asalnya hanya untuk menikmati sajian makanan khas dari sana.

 

Penurunan Harga

Dengan proses distribusi yang lancar, otomatis bisa menekan harga jual barang.  Dampak dari turunnya harga barang ini akan makin banyak orang yang mampu membeli barang tertentu.

 

Stabilisasi dan Kesamaan Harga

Transportasi yang mudah dan terkoneksi dengan baik, akan membuat pergerakan barang makin mudah dan pada gilirannya bisa menjangkau lebih banyak area di seluruh pelosok. Dengan begitu, nggak hanya orang-orang di daerah tertentu saja yang bisa menikmati komoditi tertentu.

 

Naiknya Nilai Jual Tanah

Ketersediaaan transportasi yang menjangkau lebih banyak wilayah, akan meningkatkan manfaat lahan yang dulu mungkin nggak terlalu “berharga”. Misalnya dengan adanya pembangunan jalan tol bisa mendongkrak nilai jual tanah di sekitarnya. Atau daerah yang dulunya susah mendistribusikan hasil bumi, dengan adanya transportasi yang bagus, akhirnya penduduknya makin sejahtera. Dan pada akhirnya harga tanah di daerah itu makin berdaya.

 

Makin Berkembangnya Usaha Kecil

Sarana dan prasarana transportasi yang baik, akan menunjang makin berkembangnya usaha-usaha kecil rumahan. Hal ini karena kemudahan akses transportasi membuat masyarakat makin mudah memperoleh bahan baku untuk usahanya. Demikian juga untuk proses distribusi juga makin mudah. Sehingga pasar yang dijangkau makin luas.

 

Mendukung Pemerataan dan Penyebaran Penduduk

Transportasi yang lancar jaya, bisa banget membuat mobilitas masyarakat makin tinggi. Hasilnya, daerah-daerah yang dulunya mungkin nggak populer, kini mulai berkembang dan jadi kota penyokong atau satelit. Hal ini berguna banget untuk mengurangi konsentrasi penduduk di kota besar macam Jakarta, Medan atau Surabaya ya.

Oke, kalau tadi kita membahas soal dampak transportasi pada sektor ekonomi, sekarang kita akan bahas dampaknya pada sektor pariwisata. Wah seru kayaknya nih!

Tahu dong, jaman now gini traveling nggak hanya jadi kebutuhan tersier kayak dulu. Liburan dan jalan-jalan tuh sekarang udah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Dan, untuk alasan memenuhi kesehatan jiwa itulah, pelesiran jadi hal wajib buat kaum milenial.

Nggak heran kalau saat ini makin banyak aja destinasi wisata baru yang makin marak dan ngehits di sana-sini. Apalagi Indonesia ini alamnya kaya banget. Mau wisata dari Sabang sampai Merauke hayuk ajah! Dari gunung sampai ke laut semua cantik dan menawan. Tapii… untuk membuat sektor pariwisata ini hidup tentu saja diperlukan akses dan promosi yang cihui. Ye, kan?

Sebagus apapun destinasi wisata yang ada, kayaknya orang bakalan males juga sih datang berkunjung kalau aksesnya aja susyah. Nggak bisa dipungkiri kalau faktor jarak dan waktu itu jadi pertimbangan penting bagi seseorang untuk traveling. Karena itu, makin bagus sarana dan prasarana transportasi ke daerah-daerah wisata, akan makin menunjang naiknya minat wisatawan untuk berkunjung ke sana.

Jarak yang jauh nggak akan jadi masalah sepanjang akses ke sananya mudah. Soalnya dengan kemudahan transportasi ini waktu tempuhnya akan jauh lebih cepat dan perjalanan nggak akan terasa membosankan. Udah gitu, biaya perjalanan juga pasti jauh lebih murah.

 

kemenhub

Pencapaian Lima Tahun Kinerja Kementerian Perhubungan Indonesia

Indonesia memiliki 4 jalur transportasi utama, yakni transportasi laut, udara, darat dan kereta api.  Nah, penyediaan akses transportasi ini sepenuhnya ditangani oleh Kementerian Perhubungan yang bersinergi dengan kementerian dan institusi lainnya dalam rangka mengembangkan perekonomian dan dunia pariwisata.

Kenapa pariwisata dipandang penting? Karena dunia pariwisata ini berhubungan erat dengan dunia kreatif, yang pada gilirannya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah. Dan itulah yang jadi fokus pemerintah, yakni semua kegiatan perhubungan harus bisa membuka potensi baru atau ruang ekonomi yang baru dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Selama 5 tahun terakhir, pemerintah lewat berbagai program di bawah kepemimpinan Jokowi-JK telah melakukan pembangunan infrastruktur transportasi yang memakai pendekatan Indonesia Sentris. Tujuannya adalah untuk membuka keterisolasian, dengan memberi dukungan aksesibilitas pada Daerah 3TP (Terluar, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan).

Hal ini dilakukan antara lain lewat beberapa program berikut:

* 18 rute tol laut dengan tujuan menekan disparitas harga di Indonesia Timur

* 891 trayek angkutan perintis (angkutan jalan, SDP, KA , laut dan udara)

* Pembangunan serta pengembangan 131 bandara di daerah rawan bencana, perbatasan dan terisolir.

kemenhub

Selain proyek-proyek keren itu, pemerintah juga memutuskan adanya 5 Bali Baru Super Prioritas, yakni :

  1. Toba
  2. Borobudur
  3. Mandalika
  4. Labuan Bajo
  5. Manado

Nah, untuk mendukung program Bali Baru itu, Kemenhub fokus untuk membangun dan mengembangkan sarana dan prasarana transportasi yang dibutuhkan. Seperti bandara, pelabuhan, jalur KA, dan lain sebagainya.

Waah, senangnya Borobudur masuk dalam daftar Bali Baru ni! Soalnya kan itu deket banget ama Jogja. Jadi pastinya Jogja juga kecipratan deh hehehe.

Ada hal menarik dalam hal pencapaian oleh Kementerian Perhubungan dalam 5 tahun terakhir, seperti yang disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berikut ini

  1. Sektor Perhubungan Darat

* Pembangunan BRT, Rehabilitas Terminal, Pembangunan Pelabuhan Penyebrangan dan Pembangunan Kapal.

* Mengembangkan angkutan massal untuk  memindahkan sebagian pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Di Jabodetabek, proporsi perjalanan dengan angkutan umum terus meningkat seiring perbaikan layanan angkutan umum yang ada, yaitu MRT dan KRL. Kedua moda trasportasi ini mampu menarik minat masyarakat menggunakan transportasi massal. Ke depan, pemerintah masih akan membangun jalur MRT baru yang lebih panjang dan menjangkau lebih banyak wilayah. Selain itu juga rencana pembangunan LRT untuk beberapa wilayah tertentu.

 

  1. Sektor Perhubungan Laut

* Pembangunan Pelabuhan Non Komersial sebanyak 118 lokasi

* Pengembangan pelabuhan di antaranya pengembangan Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Kuala Tanjung

* Proyek tol laut.

* Menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan hub internasional.

 

  1. Sektor Perhubungan Udara

* Pembangunan Bandara Baru di 15 lokasi untuk peningkatan konektivifitas antar wilayah dan peningkatan pariwisata 5 Bali Baru Indonesia.

* Program Jembatan Udara untuk meningkatkan konektivitas logistik dengan menyediakan 39  rute yang melayani sampai ke daerah-daerah pedalaman, terpencil dan pulau terluar untuk pemerataan serta kesenjangan ekonomi dan pembangunan antar wilayah di Indonesia bagian Timur.

 

  1. Sektor Perkeretaapian

* Pembangunan proyek Double-Double Track (DDT)

* Reaktiviasi jalur KA

* Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

* Pembangunan Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya

 

 

Untuk mendukung sektor ekonomi dan pariwisata nasional, Kementerian Perhubungan telah bersinergi dan bekerjasama dengan kementerian serta instansi lainnya untuk. Semua itu berdasarkan pertimbangan bahwa sektor ekonomi dan pariwisata ini sangat mengandalkan kinerja yang maksimal dari berbagai jenis moda transportasi.

Yaaa… meski harus diakui untuk mendongkrak pariwisata suatu daerah nggak sepenuhnya tergantung pada sarana transportasi sih. Tapi paling tidak kalau transportasinya lancar jaya, kita makin semangat lah ya buat traveling. Soalnya dengan sarana transportasi yang keren dan andal kayak gini, pastinya makin mudah aja kan, keliling Indonesia? Nggak cuma mudah, tapi juga lebih aman dan nyaman.

Dan kalau udah nyangkut urusan keamanan dan kenyamanan, pastinya nggak hanya turis lokal macam kita-kita ini yang mupeng banget jalan-jalan. Turis mancanegara pun pastinya bakalan makin excited datang ke Indonesia.

Nah, kalau melihat lagi 5 Bali Baru seperti yang dicanangkan oleh pemerintah tadi, saya sih paling excited sama Labuan Bajo. Kalau kalian, pilih yang mana? Duhh, susah ya menentukan pilihan. Soalnya tjakep-tjakep semua syih.

Bangganya jadi orang Indonesia!

Lomba blog kemenhub

 

Kementerian Perhubungan 

IG : kemenhub151 | FB : Kemenhub151 | Twitter : @kemenhub151

 

7 thoughts on “Transportasi Andal, Ekonomi dan Pariwisata Indonesia Pasti Maju!

  1. dewi apriliana says:

    Memang enak bgt yaa kalau transportasi umum itu bisa lancar dan nyaman. Mau pergi kemanapun oke saja.
    Saya juga emak yg jarang pergi jauh. Pas minggu kmaren dapat kesempatan ke Bogor, saya agak ilfil pas diajakin naik damri dari bandara Halim ke hotel di Bogor. Bayangan saya Damri itu bis tua tanpa ac dengan aroma ajaib ehehe
    Ternyata Damri nya sekarang sudah nyaman, aman daan murah meriah. Semoga makin banyak angkutan umum seperti ini di berbagai daerah

  2. Ulfah Wahyu says:

    Bener banget Mbak, kalau transportasi lancar, kayaknya emang dunia terasa indah deh haha. Keren ya sekarang, kementrian perhubungan terus berbenah. Sukses selalu untuk semua programnya, dan semakin meningkatkan transportasi Indonesia.

  3. Dian Restu Agustina says:

    Setuju, jika transportasi andal maka ekonomi dan pariwisata Indonesia pasti maju…Kalau semua sarana prasarana termasuk transportasi diantaranya pasti perekonomoan dan pariwisata bakal makin juara pencapaiannya.

    Dan idem, wishlist nomor satuku Labuan Bajo, yuk kapan kita barengan

  4. Melina Sekarsari says:

    Perkembangan transportasi di Indonesia memang luar biasa. Jangan dulu dibandingkan dengan negara lain, ya. Sebagai orang yang tinggal di daerah penyangganya Jakarta, aku merasakan banget perubahan KRL menjadi Commuterline. Dulu sudah jadi pemandangan sehari-hari melihat penumpang duduk di atas gerbong, keluar lewat jendela, basah kuyup saat hujan karena memang pintu dan jendela terbuka, dan macam-macam, deh.

    Ini juga aku rasakan saat berkunjung ke rumah kerabat yang berada di kepulauan di Kalimantan sana. Waduh, andai nggak ada transportasi udara, perjalanan darat + laut butuh waktu 2-3 hari, katanya.

    I love Indonesia! Aku pilih Labuan Bajo juga, Mbok … melu-melu, tapi memang kepengen banget, siiih …

  5. Nurul Fitri Fatkhani says:

    Sekarang transportasi Indonesia lebih nyaman ya. Saya juga banyak merasakan sekarang naik kereta ekonomi jadi lebih nyaman, begitu pula dengan bus kota yang tambah nyaman.
    Mendukung banget untuk yang senang liburan ke luar daerah ya…

Hello, thank you for stopping by. I'm Bety, the one and only author of this blog. Find your most interesting story of mine and let's share!